Page 116 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 JULI 2019
P. 116

saat keberangkatan pada tahun 2016 tidak membawa surat apapun termasuk ijin
               dari orang tua.

               Menurut Dede, dia mengjinkan secara lisan karena menduga anaknya berangkat
               secara legal seperti halnya para pekerja migran lainnya dan menduga tidak akan
               ada persoalan. Selain itu selama lima bulan bekerja di Kairo, anaknya lancar
               berkomunikasi dengan keluarga walaupun tidak menyebutkan bekerja di rumah
               siapa dan bagaimana sikap majikannya. Selama lima bulan itupun gaji diberikan
               secara lancar dan dikirim kepada keluarga di Pakubeureum. Setelah 7 bulan bekerja

               baru anaknya mengabari bahwa majikannya sering marah dan menyiksa.

               "Setelah 7 bulan di sana saya mendapat kabar kalau majikannya sering menyiksa
               dengan cara memukul, menjambak dan sebagainya. Hingga suatu saat dia
               menangis mengaku tidka tahan dengan siksaan majikannya dan minta dijemput.
               Namun bagaimana saya harus menjemput serta ke siapa harus meminta bantuan,"
               kata Dede.

               Setelah komunikasi saat itu, anaknya tidak pernah berkomunikasi lagi hingga pada
               15 Mei 2019 lalu, keluarga mendapat kabar duka dari BNP2TKI dan Kementrian Luar
               Negeri, kalau anaknya meninggal akibat jatuh dari lantai III tenpatnya bekerja.
               "Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Saya memohon pada Pemerintah agar
               mengusut kematian anak saya, mengadili majikannya serta sponsor yang
               memberangkatkannya," ungkap Dede.


               Sementara itu Konsultan Hukum Tenga Kerja dari Serikat Pekerja Migran Indonesia
               (SPMI), Sumarto mengatakan, korban meninggal di Negara Mesir yang merupakan
               negara terlarang untuk pengiriman pekerja migran Indonesia. "Walaupun jenazah
               sudah di pulangkan dari Kairo, Mesir, proses hukum tetap harus di jalankan,
               mengusut penyebab kematian, majikan dan sindikat pengiriman tenaga kerja ke
               sana harus diusut dan di proses hukum sesuai aturan," ungkap Sumarto.

               Dia yang mengaku mewakili keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada
               Pemerintah baik di Indnesia maupun di perwakilan KBRI Kairo, Mesir yang sudah

               mempasilitasi pemulangan jenazah hingga ke rumah duka. "Hanya saya juga
               memohon kepada KBRI di Kairo, untuk menuntut pertanggungjawaban secara
               hukum kepada majikannya dan agensi yang telah menyalurkan juga perekrut tenaga
               kerja sesuai hukum yang berlaku," kata Sumarto.

               Serta hak-hak korban segera di bayarkan, terutama gaji yang sudah bertahun-tahun
               tidak dibayarkan oleh majikan, juga pengganti asuransi bagi korban.




                                                      Page 115 of 186.
   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121