Page 122 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 JULI 2019
P. 122
Selama kurang lebih delapan bulan tidak digaji, ekonomi keluarganya terbantu
suami, pedagang di pasar malam di Purwakarta . Pendapatannya cukup untuk
makan sehari-hari.
"Biasanya uang gaji saya berikan ke orang tua dan sebagian lagi untuk keperluan
sehari-hari. Sekarang selama tidak digaji tidak beri uang untuk orang tua," ujar
Pipih.
Dengan dikabulkannya gugatan itu, ia bersama kawan-kawanya berharap tidak ada
lagi perusahaan yang meninggalkan karyawannya secara tiba-tiba tanpa
pemberitahuan. Sekaligus tanpa memberikan upah sesuai undang-undang.
"Harapannya tidak ada perusahaan yang sewenang-wenang sama karyawannya.
Pihak perusahaan cepat-cepat membayarkan hak karyawannya," ujar Pipih.
Majelis hakim mengabulkan gugatan Pipih dan kawan-kawan. Menyatakan putus
hubungan kerja antara penggugat dengan tergugat sejak 31 Oktober 2018 dengan
kualifikasi PHK karena perusahaan tutup akibat rugi selama 2 (dua) tahun berturut-
turut.
"Menghukum tergugat untuk membayar secara tunai dan sekaligus kompensasi
kepada para Penggugat dengan jumlah sebesar Rp. 11.969.728.944," ujar Ketua
Majelis Hakim dalam amar putusannya.
Selain itu, menghukum tergugat untuk membayar secara tunai dan sekaligus
kekurangan upah tahun 2018 kepada para penggugat dengan jumlah total sebesar
Rp 1.512.239.150. Menghukum tergugat untuk membayar secara tunai dan
sekaligus kekurangan Tunjangan Hari Raya (THR) 2018 kepada para penggugat
dengan jumlah total Rp 151.394.425.
"Menghukum tergugat untuk membayar secara tunai dan sekaligus uang makan
kepada para penggugat dengan jumlah total sebesar Rp 244.080.000. Menolak
gugatan para penggugat untuk selain dan selebihnya dan menghukum tergugat
membayar biaya yang timbul dalam perkara ini senilai Rp 336 ribu," ujar majelis
hakim.
Page 121 of 186.

