Page 186 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 JULI 2019
P. 186
Title SBMI TERIMA LAPORAN ADA TKI DISIRAM AIR PANAS
Media Name pikiran-rakyat.com
Pub. Date 05 Juli 2019
https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2019/07/05/sbmi-terima-laporan -ada-tki-
Page/URL
disiram-air-panas
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
AY (21), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Puyuh Koneng, Desa Kencana
Harapan, Kecamatan Lebak wangi diduga mendapatkan penyiksaan dengan cara
dipukul dan disiram air panas dan minyak panas oleh majikannya di Riyadh. Sampai
saat ini korban yang berangkat pada 28 Oktober 2018 ini masih belum bisa
melarikan diri dari rumah majikannya tersebut.
Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Provinsi Banten Maftuh Hafi Salim
mengatakan, TKI tersebut sudah berangkat pada 28 Oktober 2018 melalui Bandara
Soekarno Hatta oleh sponsor dan agensi dari Jakarta. "Dia bekerja di Riyadh selama
8 bulan. Terakhir komunikasi 6 hari lalu, dia menceritakan kejadian yang
dialaminya," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin, Jumat 5
Juli 2019.
Maftuh mengatakan, selama berada di timur tengah, korban diinformasikan bekerja
selama 24 jam penuh dan tidak boleh beristirahat. Bahkan, korban tidak diberi
makan.
Selain itu, lanjut dia, korban juga kerap mendapatkan perlakuan kasar dari
majikannya. Korban disiksa dengan cara disiram air panas, minyak panas dan
dipukul dengan alat dapur oleh majikannya. "Yang bersangkutan diancam oleh
majikannya, jika melapor ke pihak terkait atau KBRI dia akan disekap dan dibunuh,"
tuturnya.
Maftuh mengatakan, saat ini korban dalam kondisi sakit, kurus kering akibat tidak
diberi makan dan mengalami penyiksaan setiap hari. "Pernah melapor kepihak
sponsor dan tidak ditanggapi," ucapnya
Ia mengatakan, SBMI akan tetap berupaya mendampingi korban meski diakuinya
untuk mengangkat kasusnya ke ranah hukum akan sulit. "Penyelamatan TKI yang
utama saya fokuskan agar bisa keluar dari rumah majikan," katanya.
Saat ini, kata dia, SBMI Banten dengan DPLN SBMI Riyadh sedang berusaha
menyelamatkan TKI dari rumah majikannya. "Yah tentunya ini sangat berisiko besar
terhadap keselamatan SBMI di Riyadh. SBMI Riyadh akan meminta perlindungan
kepada KBRI agar penyelamatan ini bisa dibantu dengan pihak kepolisian
setempat," ucapnya.
Page 185 of 186.

