Page 140 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 140

JAKARTA,  - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (  BP2MI  ) menyerahkan berkas
              penanganan  dugaan  pengiriman  Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI)  secara  ilegal  atau  non-
              prosedural ke Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim  Polri  , Selasa (21/7/2020).

              Berkas penanganan tersebut terkait temuan BP2MI terhadap penampungan 19 calon PMI non-
              prosedural di Apartemen Bogor Icon, Jawa Barat.

              "Kami datang ke Bareskrim Polri sebagai bagian dari kerja sama BP2MI dengan Polri sebagai
              penegak hukum, dan sekaligus ingin menyampaikan kepada publik bahwa kejahatan pengiriman
              PMI secara ilegal masih terus terjadi," ujar Kepala BP2MI  Benny Rhamdani  di Bareskrim Polri,
              Jakarta Selatan, Selasa.

              "Padahal, satu, tindak pidana perdagangan orang tentu tidak boleh dilakukan siapapun, baik
              perseorangan atau berbadan hukum," sambung dia.

              Dari penggerebekan yang dilakukan BP2MI pada Jumat (17/7/2020) malam, ditemukan 19 calon
              PMI di apartemen tersebut.

              Dari hasil penelusuran, para calon PMI yang terdiri dari 16 laki-laki dan tiga perempuan itu akan
              diberangkatkan oleh PT Duta Buana Bahari dan pihak agen travel PT Nadies Citra Mandiri.

              Benny menuturkan, kedua perusahaan tersebut tidak memiliki izin.

              "Ini  bukanlah  perusahaan  yang  memiliki  izin  untuk  melakukan  perekrutan  dan  penempatan
              pekerja migran Indonesia," tuturnya.

              Selain itu, menurutnya, meski perusahaan memiliki izin, pengiriman PMI tetap ilegal karena
              adanya keputusan Menteri Ketenagakerjaan perihal penghentian sementara pengiriman tenaga
              kerja Indonesia ke luar negeri selama pandemi Covid-19.
              Lebih lanjut, Benny menuturkan, para calon PMI diminta membayar Rp 25 juta dan dijanjikan
              akan bekerja di Thailand.

              Bahkan, Benny mengungkapkan adanya ancaman yang dialami calon PMI. Diduga, ancaman
              tersebut dilontar seseorang dari PT Nadies Citra Mandiri ketika calon PMI meminta uangnya
              kembali.

              "Ini kalimatnya jelas di WA yang dikirimkan, 'Anda di Bogor dan tidak tahu dengan siapa Anda
              berhadapan,  nanti  kita  tinggal  detilkan  semua,  dengan  mudah  antara  pemasukan  dan
              pengeluaran'," ungkap Benny.

              Polri pun telah menerima berkas penanganan dan akan menindaklanjuti laporan dari BP2MI
              tersebut.

              Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan memastikan,
              polisi akan menindak orang yang diduga terkait apabila ditemukan unsur pidana dalam kasus
              ini.

              "Berkas akan diterima, selanjutnya akan dipelajari dan apabila memenuhi unsur-unsur tindak
              pidana akan ditindaklanjuti sampai ke jaringan-jaringannya," ucap dia.









                                                           139
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145