Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 4
KEMNAKER-PEMKAB BANDUNG BARAT JALIN KERJA SAMA KETAHANAN PANGAN
Untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah pandemi, Kementerian Ketenagakerjaan
menjalin kerja sama dengan Pemkab Bandung Barat. Kerja sama ini mencakup pengembangan
SDM sektor pertanian serta perluasan kesempatan kerja di sektor pertanian.
Kerja sama Kemnaker dan Pemkab Bandung Barat ini tertuang dalam Nota Kesepakatan antara
Kementerian Ketenagakerjaan dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tentang pelatihan
dan program pengembangan padat karya pertanian. Nota Kesepakatan ditandatangani oleh Plt.
Sekjen Kemnaker Budi Hartawan dan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, dengan
disaksikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, di Kantor Bupati Bandung Barat, Minggu
(19/7).
Dalam sambutannya, Menaker menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 telah berdampak
terhadap sektor kesehatan, sosial, dan ekonomi nasional. Untuk itu, diperlukan sinergi berbagai
pihak, baik internal pemerintah pusat maupun dengan pemerintah daerah, untuk menjaga
ketahanan nasional atas dampak pandemi tersebut.
"Kita tahu, dampak Covid-19 ini banyak teman-teman kita yang mengalami PHK atau
dirumahkan. Pasar kerja juga masih wait and see. Untuk itu perlu diberi perluasan kesempatan
kerja. Pelatihan dengan tidak hanya menjadikan mereka diterima pasar kerja tetapi juga
memiliki kesempatan berwirausaha," kata Menaker Ida.
Untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19, jelas Menaker, Kemnaker berinisiatif
melaksanakan sinergi pelatihan dan program pengembangan padat karya pertanian bersama
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Kerja sama Kemnaker dengan Pemkab Bandung Barat
bertujuan untuk menyinergikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ketenagakerjaan,
dengan menekankan pentingnya ketahanan pangan bagi masyarakat
"Jadi ini memadukan 2 Direktorat Jenderal di Kemnaker, kemudian sinerginya dengan
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat," jelas Menaker.
Menaker melanjutkan, di wilayah Bandung Barat sendiri terdapat 2 unit pelatihan teknis milik
Kemnaker. Yaitu BLK Lembang dan BBPPK dan PKK Lembang. Hal ini diharapkan dapat
mendukung perkembangan kerja sama ini.
"Jadi ini memang disiapkan untuk membangun ketahanan pangan, diperuntukan bagi siapa?
Bagi teman-teman kita, saudara-saudara kita yang ter-PHK atau dirumahkan," ujarnya.
Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, ArisWahyudi, menambahkan, program yang
dikerjasamakan ini akan melibatkan 120 orang petani dari wilayah Kabupaten Bandung Barat
untuk mendapatkan pelatihan. Dari pihak Kemnaker akan menyiapkan instruktur, pelatihan
pengolahan lahan, penyediaan benih tanaman, pupuk, dan pendampingan untuk memastikan
pasca panen dapat diserap oleh pasar, yang pada gilirannya akan menguntungkan petani.
"Nantinya, kerja sama antara Kemnaker dengan Pemkab Bandung Barat ini akan dijadikan pilot
project untuk program serupa di daerah lainnya," kata Aris Wahyudi.
Sementara itu, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menyampaikan apresiasi atas program
kerja sama ini. Pihaknya juga telah menyiapkan lahan 10 hektare untuk mendukung kerja sama
ini.
"Jadi kita sudah punya beberapa buyer yang bisa menerima kita. Saya rasa 10 hektare ini kurang
tapi kita mulai dulu, nanti kalau sudah baik tentu saja kita bisa berkembang terus," paparnya.
(*)
3

