Page 57 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 57

penonton. Hal itu dia sampaikan dalam acara  groundbreaking  pembangunan pabrik milik PT
              Meiloon Technology Indonesia di Subang, Jawa Barat (Jabar).



              PMA BERKOMITMEN MEMBERI PRIORITAS TENAGA KERJA LOKAL

              Kesra   >> Saatnya pengusaha lokal menjadi mitra perusahaan asing untuk mewujudkan
              asas keadilan.

              >> Perusahaan mentransfer pengetahuan memberi dampak ekonomi.

              SUBANG - Upaya meningkatkan kualitas perekonomian nasional dengan menciptakan lapangan
              kerja seluas mungkin perlu dibarengi dengan komitmen memberi kemudahan kepada investor
              khususnya Penanaman Modal Asing (PMA) langsung atau Foreign Direct Investment (FDI).
              Dengan  berbagai  kemudahan  yang  disiapkan  bagi  investor,  maka  sewajarnya  mereka  pun
              berkomitmen memberi prioritas ke tenaga kerja lokal, agar angkatan kerja terserap lebih banyak
              dan secara tidak langsung akan meningkatkan daya beli masyarakat.

              Kepala  Badan  Koordinasi  Penanaman  Modal  (BKPM),  Bahlil  Lahadalia,  saat  groundbreaking
              pabrik  PT  Meiloon  Technology  Indonesia  di  Subang,  Jawa  Barat,  Selasa  (21/7),  meminta
              perusahaan itu agar memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.

              "Meiloon sudah komitmen kepada kami bahwa akan memprioritaskan tenaga kerja dari Jawa
              Barat, khususnya Kabupaten Subang," kata Bahlil dalam keterangannya disiarkan secara daring
              di kanal YouTube BKPM.

              PT Meiloon Technology Indonesia sendiri merupakan perusahaan asal Taiwan, yang merelokasi
              bisnisnya dari  Suzhou, Tiongkok  ke  Indonesia akan  membuka  sekitar 8.000  lowongan  kerja
              untuk operasional pabrik barunya di Subang.

              BKPM  mencatat  rencana  investasi  Meiloon  mencapai  90  juta  dollar  AS  dengan  penyerapan
              tenaga kerja hingga 8.000 orang dan ditargetkan mulai produksi pada semester II- 2020 dan
              100 persen produk untuk kebutuhan ekspor.

              Lebih lanjut, Bahlil mengatakan selain memprioritaskan tenaga kerja lokal, dia pun berharap
              perusahaan yang memproduksi audio itu untuk kebutuhan bahan baku industrinya dari kawasan
              setempat khususnya Kabupaten Subang.

              "Ini momentum, bukan lagi zamannya orang Jakarta menganggap mereka yang paling hebat.
              Atas perintah Bapak Presiden, setiap investasi masuk di daerah harus menggandeng pengusaha
              lokalnya, pengusaha nasional yang ada di daerah, bukan yang ada di Jakarta saja," tegas Bahlil.

              Pengusaha Lokal  Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam kesempatan itu pun meminta
              Pemerintah Kabupaten Subang untuk mengangkat kapasitas tenaga kerja dan pengusaha lokal.
              "Tugas Bupati adalah angkat kapasitas. Jangan kasih partner lokal yang tidak bisa kerja. Ini
              kelas Taiwan, orang Taiwan itu dikenal disiplin," pesan Gubernur Jabar yang akrab disapa Emil.

              Dia  berharap  investasi  di  Jawa  Barat  memaksimalkan  potensi  pengusaha  setempat  untuk
              mewujudkan  azas keadilan,  di  mana  selama  ini 53  persen  ekonomi  Indonesia  dikuasai  satu
              persen kelompok masyarakat.

              "Ini jauh dari Sila Kelima. Jangan lagi pengusaha Jakarta, padahal di sini ada yang memadai,
              tapi  tidak  diajak  sebagai  bagian  membangun  dan  hanya  jadi  penonton.  Ini  yang  bikin  satu



                                                           56
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62