Page 71 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 71
"Perlindungan kepada pekerja perempuan harus diutamakan, terlebih saat masa pandemi Covid-
19 ini," kata Ida saat melakukan Sosialisasi Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak
serta Upaya Pencegahan Virus Covid-19 di Tempat Kerja, Rabu (1/7/2020).
Menurutnya, perlindungan bagi pekerja perempuan harus diutamakan karena risiko kerja yang
dialami perempuan bisa lebih besar dibandingkan dengan pekerja laki-laki. Perlindungan
sebagaimana dimaksud bukan hanya dari perusahaan, melainkan juga dari pihak berwajib.
"Itu masih banyak cerita perempuan sebagai korban pelecehan seksual dan perbuatan asusila
saat kerja malam hari. Perlindungan tidak hanya diberikan oleh perusahaan, tetapi juga aparat
keamanan. Upaya menciptakan lingkungan yang aman menjadi kebutuhan bagi pekerja
perempuan," kata Ida.
Perusahaan juga diminta agar memastikan akses perlindungan kesehatan bagi pekerja
perempuan di tempat kerja, seperti hak cuti, istirahat haid, melahirkan, dan keguguran.
"Kasus-kasus seperti ini perusahaan harus memperhatikan kondisi fisiknya dengan memberikan
kesempatan kepada mereka untuk memulihkan kesehatannya," ucapnya.
Hal lain yang menjadi perhatian Menaker ialah pentingnya melindungi pekerja perempuan
setelah melahirkan dengan menyediakan ruang laktasi untuk menyusui. Ida mengatakan bahwa
perlindungan kepada pekerja perempuan tidak boleh dijadikan beban perusahaan karena
mereka juga memiliki kelebihan dibandingkan dengan laki-laki.
"Pengusaha jangan berpikir kalau mempekerjakan perempuan ada tanggung jawab ini itu. Setop
diskriminasi terhadap pekerja perempuan. Banyak sisi baik dari perempuan dalam bekerja di
antaranya telaten, disiplin, dan cermat," jelasnya..
70

