Page 44 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 DESEMBER 2019
P. 44
Namun, kata Ida, kesempatan kerja di luar negeri harus mempertimbangkan
beberapa hal seperti perlindungan pekerja migran dan pengupahan yang layak.
Selama ini persoalan terbesar PMI adalah lemahnya perlindungan, kelayakan upah
dan minimnya kompetensi PMI.
"Upaya perluasan kesempatan kerja harus dibarengi dengan upaya serius untuk
memperkuat perlindungan PMI di luar negeri, meningkatkan kompetensi calon PMI
dan negosiasi pengupahan" katanya.
Dia pun meminta optimalisasi peran Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) Kemenaker di
luar negeri. Menurutnya Atnaker mempunyai peran strategis dalam melindungi dan
memperluas kesempatan kerja PMI di luar negeri.
"Atnaker adalah garda terdepan dalam perlindungan PMI, maka peran dan
kinerjanya harus terus diperkuat " tegas Ida.
Atnaker, lanjut Ida harus mampu melakukan inovasi dan terobosan dalam bekerja
melindungi PMI di luar negeri. Salah satunya dengan membuat system yang
terintegrasi terkait dengan data personal PMI di luar negeri. Dengan demikian
Atnaker bisa terus melakukan pemantauan terkait kondisi kesehatan, kesejahteran,
dan keselamatan PMI.
"Sistem tersebut harus dalam bentuk digital yang terintegrasi dengan data kita di
tanah air," katanya.
Selain mengurai berbagai persoalan ketenagakerjaan di berbagai negara, forum ini
juga menghasilkan beberapa rekomendasi penting.
Forum ini salah satunya merekomendasikan kepada Kemenaker untuk meninjau
MOU dengan beberapa negera, meningkatkan negosiasi untuk meningkatkan
standar pengupahan, membangun sistem perlindungan yang efektif, meningkatkan
kapasitas atnaker, serta melakukan berbagai terobosan untuk perluasan
kesempatan kerja sektor formal di luar negeri.
Page 43 of 124.

