Page 71 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 aGUSTUS 2019
P. 71

Title          KARTU PRAKERJA JOKOWI BERPOTENSI BERANTAKAN, BEGINI BACAAN PENGAMAT
               Media Name     rmol.id
               Pub. Date      20 Agustus 2019
                              https://politik.rmol.id/read/2019/08/20/399970/kartu-prakerja-jokowi-b erpotensi-
               Page/URL
                              berantakan-begini-bacaan-pengamat
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative







               Rencana pemerintah untuk menjalankan program Kartu Prakerja pada 2020 nanti
               dinilai terlalu cepat dan terlalu prematur untuk direalisasikan pada masa kini.

               Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics anda Finance (Indef),
               Tauhid Ahmad mengatakan, pelaksanaan Kartu Prakerja sangat terlalu dini jika
               dilakukan pada 2020. Karena, Kementerian Ketenagakerjaan masih memerlukan
               waktu untuk berkoordinasi dan menyamakan data terkini dengan beberapa lembaga
               lain untuk mnyaring data masyarakat yang berhak menerima kartu prakerja.

               "Jadi bangun database saja itu perlu waktu 1 sampai 2 tahun, karena kan harus
               melibatkan BPS untuk kartu Prakerja ini. Kemudian melibatkan industri terkait,
               industri yang memang akan mengalami PHK dan sebagainya, mereka harus melapor
               ke Kementerian Ketenagakerjaan, itu harus punya database," ucap Tauhid Ahmad di
               Kantor INDEF di Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Senin (19/8).

               Selain itu, Kartu Prakerja juga tidak bisa hanya diserahkan kepada Kementerian
               Ketenagakerjaan, melainkan harus melibatkan kementerian lainnya, wabilkhusus
               kementerian pendidikan dan perindustrian agar masyarakat penerima program kartu
               prakerja dapat pembekalan pendidikan khusu dan pelatihan industrial agar dapat
               menjadi SDM terampil siap kerja kembali.

               "Kartu prakerja tidak bisa diselesaikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, dia harus
               berelevansi dengan siapa yang melakukan pendidikan dan pelatihan. Itu tidak boleh
               dibebankan kepada BLK (Balai Latihan Kerja) saja, tetapi juga oleh Kementerian
               Pendidikan kemudian Kementerian Perindustrian dan sebagainya itu yang belum
               selesai," jelasnya.

               Tak hanya itu, pemerintah juga harus menyiapkan database penerima kartu
               prakerja supaya tidak menjadi permasalahan ketika kartu tersebut telah diluncurkan.

               "Karena ini akan menjadi problem sosial yang akan meletup di kemudian hari kalau
               tanpa ada persiapan yang matang untuk kartu prakerja," tegasnya.

               Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah harus mulai bertahap
               menyelesaikan beberapa kekurangan sebelum resmi menerbitkan kartu prakerja.
               Tahapnya yakni melakukan ujicoba serta melakukan validasi data yang telah dibuat
               pemerintah.




                                                       Page 70 of 81.
   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76