Page 40 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2019
P. 40

akan mengerahkan seluruh jajarannya hingga unit-unit di daerah untuk mendukung
               berjalannya investasi dan menghasilkan kontribusi yang positif.

               "Kita harus sudah punya kemampuan untuk kordinasi dengan industri, konsolidasi
               dengan Pemda untuk bisa memastikan prioritas nasional ini bisa dijalankan di
               daerah-daerah," katanya.

               Hanif mengingatkan kepada 126 pejabat eselon III dan IV yang baru dilantik untuk
               tetap menjaga integritas dan menghindarkan sikap aneh-aneh dalam menjalankan
               tugas pokok dan fungsinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

               "Integritas itu wajib tak bisa ditawar-tawar, ini bicara keluarga bukan bicara siapa-
               siapa. Pikirkan keluarga kita, kita jaga integritas sebaik-baiknya. Apalagi yang mau
               pensiun, jangan sampai aneh-aneh, repot nanti kalau sudah pensiun. Sebab di masa
               pensiun kita ingin hidup tenang," kata Hanif.

               Pesan kedua Menaker yakni agar memperkuat sinergi dan kordinasi, kerja sama
               antar unit, ego sektoral dan unit sektoral harus dibuang betul karena ego-ego ini
               akan menular.

               "Ketiga, bekerja dengan terobosan. terutama di bagian Program Evaluasi dan
               Pelaporan (PEP). Kalau buat program, jangan dikit-dikit copy paste. Tolong teman-
               temen PEP, gali ide-ide baru, hal-hal baru, ilmu-ilmu baru, untuk bener-benar ada
               inovasi di Kemnaker ini. Kuncinya yang penting buka diri, buka pikiran dan saling
               membantu sama lain," kata Hanif.

               Hanif menegaskan seluruh proses pelantikan kepada 126 pejabat eselon sudah
               disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada.

               Adapun tiga tujuan pelantikan tersebut yakni pertama untuk mengisi kekosongan
               jabatan karena sudah banyak yang pension. Kedua, memberikan kesempatan
               promosi bagi pegawai yang layak dipromosikan.

               Ketiga, untuk penyegaran mutasi karena ada yang sudah lama bercokol di suatu
               tempat. "Semakin lama pejabat "ngendon" di suatu tempat maka akan terjadi
               rezimentasi. Rezimentasi ini membuat organisasi dan kaderisasi menjadi tidak
               berkembang," katanya.

               Hanif menilai pejabat administrator dan pejabat pengawas merupakan ujung
               tombak dari eksekusi kebijakan dan pelaksanan tugas di lapangan. Karena itu, selain
               bisa cepat menyesuaikan diri dengan bidang tugas dan jabatannya, sebagai ujung
               tombak harus mengikuti dengan garis kebijakan di atasnya.

               "Saya minta betul pejabat administrator dan pengawas bisa menjadi ujung tombak
               dalam seluruh eksekusi program Kemnaker dalam rangka menggenjot program SDM
               yang akan makin tampak dari sisi pembiayaan di tahun 2020 mendatang,"
               ungkapnya.




                                                       Page 39 of 40.
   35   36   37   38   39   40   41