Page 76 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2020
P. 76
penyebaran virus corona ( Covid -19) dan perusahaan yang tidak memberikan hak
normatif pekerja sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar dia.
Selain itu, diakui Sidarta, aksi May Day sempat teralihkan dengan isu yang lebih
besar, yaitu penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja .
"Kami belum sempat rapat organisasi karena kemarin energinya terkuras untuk
persiapan aksi May Day yang dimajukan pada tanggal 30 April 2020 yang
direncakan di Gedung DPR RI, kantor Menko Perekonomian dan di semua Propinsi
dan Kabupaten/Kota di Indonesia untuk menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja
yang terus dibahas di DPR RI," kata dia.
Namun, aksi tersebut yang rencananya hari ini dilakukan dibatalkan, karena
Presiden RI setelah mengundang tiga pimpinan konfederasi besar KSPSI, KSPI dan
KSBSI pada 22 April 2020 di Istana Presiden, kemudian Presiden RI Joko Widodo
mengumumkan lewat youtube yang menyatakan, bahwa RUU Omnibus Law Cipta
Kerja ditunda pembahasannya.
"Pada waktu yang sama para pimpinan nasional serikat pekerja yang tergabung
dalam Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas), juga di undang oleh Polda Metro
Jaya untuk mendiskusikan rencana aksi 30 April 2020. Dan, disepakati bahwa Polda
Metro Jaya siap memfasilitasi dan mengkomunikasikan dengan DPR RI yang
kemudian disusul pengumuman oleh Ketua DPR RI Puan Maharani yang akan
meminta Baleg DPR RI untuk menunda pembahasan RUU Omnibus Law Klaster
Ketenagakerjaan, "tutur dia.
Sehubungan dengan hal tersebut rencana aksi besar besaran juga ditunda sampai
batas waktu yang belum ditentukan. **
Page 75 of 181.

