Page 114 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 JUNI 2020
P. 114
Title PEMERINTAH DORONG PENGUSAHA REKRUT KEMBALI NAKER TERDAMPAK COVID 19
Media Name investor.id
Pub. Date 02 Juni 2020
https://investor.id/business/pemerintah-dorong-pengusaha-rekrut-kembal i-naker-
Page/URL
terdampak-covid-19
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong
pengusaha untuk merekrut kembali pekerja yang sudah mengalami Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan akibat pandemi Covid-19. Langkah ini
diharapkan mengurangi jumlah penggangguran dan memperluas kesempatan kerja
baru.
'"Kami harapkan penerapan new normal bisa menggerakkan roda perekonomiam,
sehingga para pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan bisa diprioritaskan untuk
kembali bekerja, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan di tempat kerja
secara ketat," ucap Ida Fauziyah dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa
(2/6).
Upaya merekrut ulang para pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan memiliki
keuntungan tersendiri bagi pengusaha. Mereka telah memiliki keterampilan yang
sesuai dengan kebutuhan perusahaan, memiliki pengalaman kerja, serta mengenal
budaya kerja di perusahaan.
"Sehingga mereka dapat langsung bekerja sesuai keahliannya dan tidak perlu
mengadakan pelatihan kerja (training) lagi. Ini tentu menguntungkan perusahaan
untuk meningkatkan produktivitasnya," kata Ida.
Catatan Kemnaker menunjukan hingga Senin (27/5) jumlah pekerja sektor formal
yang dirumahkan sebanyak 1.058.284 pekerja dan pekerja sektor formal yang ter-
PHK 380.221 pekerja. Sedangkan pekerja sektor informal yang terdampak 318.959
pekerja.
Di saat yang sama ada 34.179 calon pekerja migran yang gagal diberangkatkan
serta 465 pemagang yang dipulangkan. Total pekerja yang terdampak pandemi
Covid-19 sebanyak 1.792.108 pekerja.
"Ini adalah data yang telah melalui proses cleansing antara Kemnaker dan BPJS
Ketenagakerjaan. Data ini sudah diketahui jelas by name by address," ucap Ida.
Ida menuturkan selama ini Kemnaker telah melakukan berbagai upaya untuk
menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi. Di antaranya optimalisasi
program BLK untuk penanganan dampak pandemi Covid-19; dan insentif pelatihan
berbasis kompetensi dan produktivitas sebesar Rp500 ribu per orang.
Page 113 of 115.

