Page 30 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 MEI 2020
P. 30
"Faktanya, kita lagi mumet sekali. Kita kenapa gelombang 4 belum dibuka, karena
ada dua alasan besar.
Pertama kita berikan kesempatan kepada nama-nama yang diusulkan kementerian
lembaga (K/L) yang kita memang prioritaskan," ujar Denni.
Ia menuturkan, K/L memiliki data para pekerja yang terdampak dari virus corona
atau Covid-19, sehingga mereka diprioritaskan mendapatkan insentif dan pelatihan
Kartu Prakerja.
"Mereka yang tercatat di- PHK, dirumahkan, yang bekerja di sektor pariwisata dan
industri. Ini kan datanya sudah diberikan ke kami, ternyata belum banyak (data
yang masuk) dan yang daftar Kartu Prakerja.
Jadi dengan perpanjang ini, harapannya kita bisa melengkapi data yang ada di
sistem," ujar dia.
Alasan kedua, lanjut Denni, yakni pihaknya masih disibukkan dengan penyaluran
dana insentif ke peserta Kartu Prakerja di 3 gelombang sebelumnya.
"Kita sedang rekonsiliasi transaksi dan pembayaran buat insentif. Ini buat tim kita
pening, pecah perhatian.
Jadi fokus kami juga harus selesaikan backlog, sehingga sampai setelah Lebaran
semoga bisa kita selesaikan," ucap Denni.
Buka 30 gelombang di 2020
Dia menyebut, hingga akhir tahun nanti, pemerintah akan membuka sampai 30
gelombang untuk pendaftar Kartu Prakerja.
"Tahun ini sekitar 30 gelombang. Jadi masih banyak (kesempatan). Jadi kita sengaja
bertahap, kenapa tidak langsung buka saja 5,6 juta peserta di awal? Karena kita
mempertimbangkan kecepatan informasi dan kemapuan server kita yang juga
terbatas," kata Denni.
Harapannya, mereka yang belum memiliki informasi atau terlambat mendapatkan
informasi pendaftaran Kartu Pekerja, bisa mendaftar di gelombang selanjutnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat memaparkan dari
awal dibuka hingga hari ini, terdapat 9,4 juta orang yang mendaftar program Kartu
Prakerja melalui laman prakerja.go.id.
Sementara untuk jumlah peserta yang lolos gelombang I dan II tercatat mencapai
456.265 orang.
Page 29 of 130.

