Page 101 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JULI 2019
P. 101
"Adanya GN Lingkaran ini, kami berharap perusahaan bisa mengalokasikan dana
CSR untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi tenaga kerja rentan yang berada
di sekitar perusahaan," katanya.
Imron menyebutkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan memiliki 4 program yaitu
program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari
Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun.
Program JKK memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yang terjadi
dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari
rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya dan penyakit yang disebabkan oleh
lingkungan kerja.
Iuran dibayarkan oleh pemberi kerja yang dibayarkan (bagi peserta penerima upah),
tergantung pada tingkat risiko lingkungan kerja, yang besarannya dievaluasi paling
lama 2 tahun sekali dan mengacu pada tingkat risiko lingkungan kerja.
Perusahaan harus tertib melaporkan baik secara lisan (manual) ataupun elektronik
atas kejadian kecelakaan kepada BPJS Ketenagakerjaan selambatnya 2 x 24 jam
setelah kejadian kecelakaan, dan perusahaan segera menindaklanjuti laporan yang
telah dibuat tersebut dengan mengirimkan formulir kecelakaan kerja tahap I yang
telah dilengkapi dengan dokumen pendukung.
Disamping keempat program diatas, BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki program
unggulan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja Return To Work (JKK RTW), Pusat
Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK), Manfaat Layanan Tambahan yang dituangkan
dalam fasilitas pembiayaan Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) dan Layanan
Kanal SPO BTN.
JKK RTW adalah program kembali bekerja berupa pendampingan kepada peserta
yang mengalami kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang berpotensi
mengalami kecacatan, mulai dari peserta masuk perawatan di rumah sakit sampai
peserta tersebut dapat kembali bekerja.
Apabila peserta yang mengalami kecelakaan langsung bisa dibawa ke Pusat Layanan
Kecelakaan Kerja(PLKK) dengan hanya menunjukkan kartu kepesertaan BPJS
Ketenagakerjaan, korban akan langsung ditolong.
Manfaat layanan tambahan berupa pinjaman uang muka perumahan untuk peserta
BPJS Ketenagakerjaan dengan proses pengajuan dan pencairan yang cepat dan
mudah, sedangkan Layanan Kanal SPO BTN kerja sama yang dijalin antara BPJS
Ketenagakerjaan dengan Bank BTN untuk memberikan kemudahan bagi peserta
yang akan melakukan pencairan JHT.
Selain itu Imron Fatoni juga mengajak para pemberi kerja/perusahaan untuk
memanfaatkan fasilitas layanan e-channel yaitu BPJSTKU dan Sistem Informasi
Pelaporan Peserta SIPP) "online" atau daring.
Page 100 of 122.

