Page 31 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 MARET 2020
P. 31
Title BP2MI: BELUM ADA MORATORIUM PENGIRIMAN PEKERJA MIGRAN TERKAIT COVID-19
Media Name antaranews.com
Pub. Date 04 Maret 2020
https://www.antaranews.com/berita/1334678/bp2mi-belum-ada-moratorium-p engiriman-
Page/URL
pekerja-migran-terkait-covid-19
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Purwokerto - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memastikan
hingga saat ini belum ada moratorium pengiriman pekerja migran ke luar negeri
terkait dengan penyebaran virus corona (COVID-19).
"Kita belum ada kebijakan moratorium, tapi mencegah. Artinya, agak menahan diri,
lihat situasi di sana, karena kan kita yang bisa 'on' langsung jalan atau enggak kan
dari badan ini," kata Kepala Biro Hukum dan Humas BP2MI Sukmo Yuwono. di
Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.
Sukmo mengatakan hal itu kepada wartawan di sela kegiatan Penyuluhan
Peraturan Bidang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Termasuk
Pelaksanaan Program SSW dan SP2T di Purwokerto.
Lebih lanjut, dia mengatakan Pemerintah Republik Indonesia melalui perwakilan-
perwakilannya di luar negeri selalu mengimbau kepada seluruh pekerja migran yang
ada di sana untuk hati-hati "Tidak hanya mengimbau, pemerintah kita juga
memberikan masker secara gratis. Mereka yang mempunyai hari libur, bisa
dipergunakan, bisa enggak. Artinya, kita mengimbau untuk menghindari
kerumunan-kerumunan," katanya.
Ia mengatakan sampai saat ini, pekerja migran Indonesia yang sudah positif
terkena virus corona adalah pekerja yang ada di Singapura dan kebetulan sudah
sembuh.
"Nah sekarang kita tinggal memantau yang di Taiwan, yang di Hong Kong, sampai
saat ini belum ada konfirmasi bahwa ada pekerja migran Indonesia yang kena virus
corona di negara-negara Asia Pasifik itu. Cuma kita memang harus hati-hati,
terutama Korea nih, Korea kan sedang mengganas yang di sana," katanya.
Sukmo mengatakan pemerintah melalui perwakilannya di Korea sudah mengimbau
dan mengawasi setiap hari pekerja migran Indonesia yang ada di negara itu dan
nomor telepon "hotline" 24 jam juga sudah disiapkan.
"Kita siap melakukan pencegahan dan preventif apabila memang ada korban atau
PMI (Pekerja Migran Indonesia) kita yang terinfeksi secara positif," katanya.
Page 30 of 105.

