Page 86 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 FEBRUARI 2019
P. 86

Deviyan juga berharap dari kasus demonstrasi mantan AMT kontrak dari perusahaan
               rekanan ini ada langkah-langkah perbaikan dalam menata hubungan pekerja dan

               manajemen dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang

               Ketenagakerjaan.


               Termasuk adalah yang berkaitan dengan tenaga kerja waktu tertentu (outsourcing)

               yang merupakan kerja sama antara perusahaan penerima kontrak kerja dengan
               perusahaan pemberi kerja pada perusahaan lain (rekanan).



               "Pertamina secara umum sudah tak ada kaitannya lagi dan tak sesuai undang-

               undang dan peraturan ketenagakerjaan jika memenuhi tuntutan mantan AMT ini,"
               tegas Deviyan.



               Pertamina, kata Deviyan, dalam hal hubungan ketenagakerjaan dengan mantan

               AMT ini tak bertanggung jawab untuk memenuhi tuntutan mereka. Apabila
               dipenuhi, imbuh dia, justru akan melanggar ketentuan penerimaan karyawan tetap

               yang berlaku umum.


               Sementara Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam yakin, sikap pemerintah

               terkait tuntutan para mantan AMT ini akan hati-hati. Pemerintah, kata dia, tidak

               akan mengangkat mantan karyawan kontrak PT GUN tersebut menjadi pegawai
               Pertamina. Sebab, jika tuntutan AMT dipenuhi, maka semua karyawan yang menjadi

               mitra Pertamina akan bisa menuntut hal yang sama.



               "Hubungan kerja mereka bukan dengan Pertamina tetapi PT GUN dan perusahaan
               ini bukan anak perusahaan Pertamina. Kerja sama PT GUN dengan Pertamina

               merupakan kerja sama business to business," tegasnya.












                                                       Page 85 of 99.
   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91