Page 98 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 FEBRUARI 2019
P. 98
Pertamina sebagai pemenang lelang distribusi BBM oleh BPH migas menugaskan
salah satu anak perusahaannya yakni PT Pertamina Patra Niaga untuk
mendistribusikan BBM ke masyarakat. Untuk melaksanakan tugas tersebut,
Pertamina Patra Niaga melakukan lelang kepada perusahaan angkutan untuk
mendistrbisukan BBM dari TBBM Pertamina menuju ke stasiun pengisian BBM.
PT GUN memenangi lelang tersebut dan melakukan alih tenaga dari PT Sapta
Sarana Sejahtera (SSS). Alih tenaga ini berlangsung dengan baik dan pihak PT SSS
pun membayarkan pesangon kepada para AMT sesuai masa kerjanya.
Namun, permasalahan mulai terjadi ketika PT GUN ingin menjadikan para AMT
sebagai pegawai tetap di perusahaannya. Para AMT tidak menerima dan menuntut
untuk dijadikan pegawai tetap langsung di bawah PT Pertamina Patra Niaga.
"Ini tidak mungkin karena para AMT tidak bermitra secara langsung dengan PT
Pertamina Patra Niaga melainkan di bawah bendera PT GUN," tegas Mamit .
PT GUN sendiri dalam proses rekrutmen pegawai tetapnya menetapkan beberapa
standar serta poin penilaian serta masa percobaan. Sejak itulah demonstrasi serta
aksi mogok mulai dilakukan oleh pihak AMT hingga hari ini. Menurut Mamit,
penyelesaian soal AMT ini harusnya cukup di Pertamina atau Kementerian BUMN,
atau Kementerian Ketenagakerjaan.
"Jika presiden mengabulkan tuntutan para AMT, gejolak akan terjadi karena banyak
hubungan kerja sejenis di internal BUMN dan swasta, seperti hubungan kerja PT
Pertamina Patra Niaga dengan PT GUN," tegas Mamit.
Page 97 of 99.

