Page 155 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2020
P. 155

Title          PENGAWASAN AKSES TKI DI JALUR TIKUS SELAT MALAKA DITINGKATKAN
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      07 April 2020
                              https://mediaindonesia.com/read/detail/302059-pengawasan-akses-tki-di- jalur-tikus-
               Page/URL
                              selat-malaka-ditingkatkan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive













               PESISIR laut Selat Malaka di Kawasan Provinsi Aceh sekarang diawasi sangat ketat
               oleh aparat keamanan. Kawasan itu diKenal sebagai jalur tikus paling rawan. Sering
               digunakan tenaga kerja Indonesia (TKI) Ilegal dari Malaysia masuk ke Aceh.

               Jalur terlarang itu diantaranya adalah pesisir laut Kabupaten Aceh Tamiang, Kota
               Langsa Aceh Timur, Aceh Utara, Lhok Seumawe, Bireuen, Pidie Jaya dan pesisir
               pantai Kabupaten Pidie.

               Peningkatan pengawasan di sepanjang panati Delat Malaka tersebut, untuk
               mendeteksi para TKI pulang dari luar negeri untuk masuk ke Aceh. Pasalnya para
               TKI itu dikhawatirkan telah terpapar Covid-19 dan bisa menularkan warga lainnya di
               kampung halamannya di Aceh.

               Di pesisisir Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur misalnya, petugas polisi
               melakukan patroli sepanjang tepi pantai. Mereka mengamati dan mengawasi setiap
               perahu atau kapal nelayan yang mendarat ke pantai atau dermaga pendaratan ikan.

               "Semua titik rawan yang dicurigai harus dilakukan penyisiran" tutur seorang
               personel patroli jajaran Polres Aceh Timur, Selasa (7/4).

               Lokasi jalur tikur paling rawan di Kecamatan Madat, adalah tepi pantai Abeuek
               Geulanteue, Lueng Peut, Lueng sa dan Meunasah Asan. Semua lokasi itu harus
               diterjunkan personel operasi. Terutama saat malam hari yang sunyi dari pantauan
               warga.

               Penjagaan tidak jauh berbeda juga terjadi di perairan Aceh Utara dan Aceh
               Tamiang. Semua muara sungai dan pelabuhan ikan yang dianggap rawan
               pendaratan perantau dari luar negeri seperti Malaysia, selalu diwaspadai berbagai
               kemunginan.

               "Kalau kedapatan ada yang mendarat, tentu diminta agar melakukan isolasi atau
               karantina mandiri sesampai di rumah. Edentitasnya dicatat, bila melanggar atau
               berkeliaran sebelum 14 hari, pasti akan mendapat tindakan hukum" tutur personel
               lainnya.




                                                      Page 154 of 184.
   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160