Page 24 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2019
P. 24

Title         26 TAHUN KASUS MARSINAH, LOKATARU PESIMIS PADA JOKOWI
                Media Name    cnnindonesia.com
                Pub. Date     09 Mei 2019
                Page/URL      https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190508205906-32-393205/26-tahu n-kasus-
                              marsinah-lokataru-pesimis-pada-jokowi
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Negative








               Jakarta - Direktur Kantor Hukum dan HAM Lokataru Haris Azhar pesimistis
               pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mau mengungkap dan menyelesaikan kasus
               pembunuhan aktivis buruh wanita Marsinah yang terjadi 26 tahun silam.

               "Enggak bisa berharap kepada rezim ini atas kasus Marsinah dan kasus pelanggaran
               HAM masa lalu lainnya," ucap Haris di kantor Lokataru, Jakarta, Rabu (8/5).

               Haris mengatakan pemerintahan Jokowi-JK diisi oleh orang-orang yang diduga
               terlibat dalam kasus pelanggaran HAM di masa lalu. Alasan itulah yang membuat
               Haris pesimis terhadap pemerintah.

               "Rezim yang ada saat ini berpesta pora dengan orang - orang yang berlumuran
               darah di masa lalu. Jadi ya enggak mungkin diselesaikan oleh rezim ini," kata Haris.

               Padahal, menurut Haris, kasus Marsinah termasuk salah satu dari sekian banyak
               pelanggaran HAM masa lalu yang perlu diungkap. Contoh lainnya yakni kasus
               Trisakti, Semanggi 1, Semanggi 2, Aceh, dan Papua.

               Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi Langkah yang harus dilakukan yakni
               mengungkap fakta atau kebenaran secara menyeluruh. Setelah itu, mencari langkah
               penyelesaian atau keadilan.

               "Tujuannya bukan untuk dendam - dendaman, tetapi untuk membangu satu
               patokan ke depan, bahwa penegakkan hukum itu harusnya seperti apa," ucap Haris.

               Pada 8 Mei 1993, Marsinah (24) ditemukan tak bernyawa di sebuah gubuk
               pematang sawah di Desa Jagong, Nganjuk. Jenazah Marsinah lalu divisum Rumah
               Sakit Umum Daerah Nganjuk pimpinan Dr. Jekti Wibowo. Hasil visum menunjukkan
               ada sejumlah luka dalam yang parah.

               Hal itu terjadi setelah dia menggalang aksi mogok kerja dari perusahaannya karena
               gaji yang tak sesuai UMR. Selain itu, ia memprotes PHK sepihak sejumlah buruh
               yang dikendalikan oleh pihak tentara.

               (bmw/arh).





                                                       Page 23 of 80.
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29