Page 410 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 410

terancam kehilangan mata pencaharian saat pandemi karena pengurangan jam
               kerja perusahaan yang terimbas perpanjangan dan perluasan karantina. ILO
               memaparkan ada 436 juta usaha berisiko tinggi yang akan terganggu pandemi.
               Mereka terdiri atas 232 juta di sektor usaha eceran, 111 juta di manufaktur, 51 juta
               di akomodasi dan jasa makanan dan 42 juta di usaha properti dan kegiatan usaha
               lainnya.

               Hari Buruh: Kebijakan Pemerintah Disebut Masih Dikuasai Pengusaha Ancaman RUU
               Cilaka Buruh berada dalam impitan kondisi buruk ekonomi telah mengalami PHK dan
               dirumahkan yang sebagian gaji mereka dipotong, berbuntut tuntutan mengaudit
               perusahaan apakah PHK benar-benar berasal dari kondisi keuangan yang memburuk
               atau pandemi sebagai kedok.

               Lepas dari pandemi, para buruh berhadapan dengan rancangan regulasi perburuhan
               yang ditolak masyarakat dalam gelombang demo sejak akhir tahun lalu.

               RUU Ombinus Law Cipta Kerja yang sebelumnya bernama Cipta Lapangan Kerja
               (Cilaka) khusus kluster Ketenagakerjaan semula akan dibahas di tengah pandemi.
               Atas desakan organisasi buruh Indonesia yang militan, pemerintah Indonesia
               menunda.

               Tidak puas dengan hanya menunda, organisasi buruh meminta pembatalan dan
               pembahasan ulang kluster Ketenagakrjaan, kata Said Iqbal, presiden Konfederasi
               Serikat Pekerja Seluruh Indoneisia (KSPI), kemarin.

               Kritik buruh terhadap RUU Cilaka fokus pada perluasan kontrak kerja dan
               outsourcing yang memudahkan PHK.

               Buruh perempuan tak mendapatkan upah penuh meski hari kerjanya dikurangi
               karena cuti haid yang sebelumnya telah diatur. Buruh juga akan mendapati
               pengurangan pesangon saat di-PHK.

               Penolakan terhadap RUU Cilaka tetap berlangsung saat May Day hari ini. Organisasi
               buruh bakal memasang spanduk berisi isu sentral terkini seputar penolakan RUU
               Cilaka atau Omnibus Law, penghentian PHK dan meminta perusahaan bayar upah
               penuh meski buruh dirumahkan serta pembayaran tunjangan hari raya 100 persen.

               Jalanan Ibu Kota Jakarta yang lenggang karena perpanjangan masa PSBB tidak
               menyurutkan organisasi buruh untuk saling berucap 'selamat Hari Buruh'. Para
               buruh akan menggelar kampanye online di media sosial dengan menyuarakan pokok
               kritik terhadap Omnibus Law dan mengingatkan betapa pandemi telah merengut
               pekerjaan mereka.

               Minimnya Serikat Pekerja Media Dinilai karena Takut Pada Perusahaan.

               (tirto.id - Sosial Budaya ) Penulis: Zakki Amali Editor: Zakki Amali




                                                      Page 409 of 695.
   405   406   407   408   409   410   411   412   413   414   415