Page 520 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 520
Title 55.000 BURUH DI JATENG KENA PHK
Media Name beritasatu.com
Pub. Date 01 Mei 2020
Page/URL https://www.beritasatu.com/nasional/627447/55000-buruh-di-jateng-kena- phk
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Boyolali, Buruh di Jateng yang terkena PHK(pemutusan hubungan kerja) dan
dirumahkan sebagai dampak Covid-19 hingga kini tercatat sekitar 55.000 orang.
Ironisnya, banyak dari mereka tidak menerima bayaran. Untuk meringankan beban,
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan bantuan paket sembako
kepada buruh yang di PHK atau dirumahkan. Paket sembako diberikan Ganjar
bertepatan dengan peringatan Hari Buruh atau May Day, Jumat (1/5/2020).
Ganjar memberi bantuan ke Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten
Boyolali total 2.164 paket sembako berisi bahan kebutuhan pokok seperti beras,
minyak, gula, telor, mie dan lainnya. Ada pula tambahan ikan sebagai lauknya.
"Di tengah kondisi susah seperti ini, memang harus ada yang memberikan perhatian
kepada kawan-kawan buruh. Siapa itu, ya perusahaan dan pemerintah," kata Ganjar
saat memberikan bantuan kepada buruh di Boyolali, Jumat (1/5/2020).
Meski banyak perusahaan yang gulung tikar dan melakukan pengurangan karyawan,
namun Ganjar meminta agar pihak perusahaan untuk tetap memberi perhatian
kepada para buruhnya. Meski tidak banyak karena kondisi ekonomi sedang
terguncang, minimal perusahaan bisa membantu memberikan keringanan.
"Saya minta pihak perusahaan ikut bantu, berapapun itu sangat berarti. Setidaknya,
kita bisa bikin ayem mereka, karena sebenarnya mereka saat ini deg-degan dan
separuh panik, besok makan apa dan dimana," ujarnya.
Menurutnya, perusahaan dapat melakukan hal yang sama agar suasana relasi
hubungan industrial tetap berjalan bagus.
"Saya tahu kondisinya semua sedang susah. Tapi mari kita peduli dengan
membantu sesama, khususnya dalam peringatan May Day ini, kita peduli pada
kawan-kawan buruh," tegasnya.
Bantuan-bantuan itu menurutnya penting untuk megamankan mereka setidaknya
selama sebulan ke depan. Sebab kalau para buruh itu pikirannya aman, dapurnya
masih mengebul, mereka akan bisa berkreasi dan berinovasi.
"Kalau urusan makan sudah aman, mereka bisa kok berinovasi. Ada yang bikin
masker, jualan, jadi tukang batu atau mungkin ekonomi kreatif akan muncul.
Apapun itu, yang penting mereka bisa survive," tandasnya.
Page 519 of 695.

