Page 154 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 154
Menaker menegaskan bahwa gerakan itu bertujuan membudayakan hidup sehat di tempat kerja
dan menghilangkan kebiasaan serta perilaku pekerja yang kurang sehat.
Beberapa fokus dari Gerakan Pekerja Sehat itu adalah deteksi dini penyakit akibat kerja, tempat
kerja tanpa asap rokok, aktivitas fisik atau olah raga, penyediaan ruang laktasi, perilaku hidup
bersih dan sehat, penggunaan alat pelindung diri (APD), tindakan P3K, dan promosi gizi
seimbang.
Kegiatan Germas versi dunia kerja itu diharapkan akan mendorong seluruh tempat kerja seperti
kawasan industri untuk melaksanakan upaya pencegahan COVID-19, kata Menaker dalam
kunjungan ke kawasan industri di Karawang, Jawa Barat, Selasa.
Dengan adanya gerakan itu diharapkan pekerja dan buruh bisa tetap sehat dan produktif dengan
perusahaan dapat mempertahankan produktivitas dan beradaptasi dengan kondisi normal baru.
"Upaya pencegahan dan pemutusan pandemi COVID-19 di tempat kerja terus kita lakukan
bersama guna memastikan, meski wabah belum hilang, namun keberlangsungan usaha dan
industri tetap jalan, serta pekerja atau buruh dipastikan aman bekerja. Dengan demikian
produktivitas tetap terjaga," ujar Ida.
Hal itu sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo, katanya, untuk melakukan penanganan
wabah secara langsung dan penanganan dampaknya terhadap ekonomi berjalan bersamaan.
Dia menegaskan bahwa normal baru di tempat kerja itu akan tetap mematuhi protokol
kesehatan yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health
Organization/WHO).AntP-4
153

