Page 191 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 191

Menurut  Alex,  permasalahan  pertama  karena  delapan  penyedia  pelatihan  daring  ikut  serta
              dalam program tanpa pengadaan barang dan jasa pemerintah (PBJ).

              Hal tersebut memiliki potensi konflik kepentingan.

              "Terdapat konflik kepentingan pada lima dari delapan platform digital dengan lembaga penyedia
              pelatihan," ujarnya.
              Alex juga menyebutkan sebanyak 250 pelatihan dari 1.895 pelatihan yang tersedia adalah milik
              Lembaga Penyedia Pelatihan yang memiliki konflik kepentingan dengan platform digital.

              Selain berpotensi konflik kepentingan,  KPK  mencatat permasalahan  kartu Pra Kerja  terletak
              pada metode pelaksanaan secara daring.

              Menurut  KPK  , metode tersebut besar kemungkinan dapat fiktif atau tidak efektif sehingga
              merugikan keuangan negara.

              Karena metode pembelajaran hanya satu arah. Peserta sudah mendapatkan  insentif  meskipun
              belum menyelesaikan seluruh pelatihan yang sudah dibeli, sehingga negara tetap membayar
              pelatihan yang tidak diikuti oleh peserta.
              Lebih lanjut lagi,  KPK  mengatakan lembaga pelatihan sudah menerbitkan sertifikat meskipun
              peserta belum menyelesaikan keseluruhan paket pelatihan yang telah dipilih.

              Materi pelatihan pun dianggap tidak memadai. Pelatihan yang memenuhi syarat secara materi
              dan penyampaian daring hanya 13 persen dari 1.895 pelatihan.

              Permasalahan juga terjadi pada proses pendaftaran.
              KPK merujuk pada data Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan yang telah mengompilasi data
              pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan sudah dipadankan NIK-nya berjumlah
              1,7 juta pekerja terdampak.

              Namun menurut  KPK  , hanya sebagian kecil dari whitelist ini yang mendaftar secara daring,
              yaitu hanya 143 ribu.

              Sedangkan,  sebagian  besar  peserta  yang  mendaftar  untuk  tiga  gelombang  yaitu  9,4  juta
              pendaftar bukanlah target yang disasar oleh program ini.

              "Kemudian penggunaan fitur face recognition untuk kepentingan pengenalan peserta dengan
              anggaran Rp 30,8 miliar tidak efisien. Penggunaan NIK dan keanggotaan BP Jamsostek sudah
              memadai," ujarnya.

              Berdasarkan temuan di atas,  KPK  memberikan sejumlah rekomendasi untuk perbaikan teknis
              pelaksanaan program  kartu Pra Kerja  .

              Di  antaranya,  peserta  yang  disasar  pada  pekerja  terdampak  tidak  perlu  mendaftar  daring
              melainkan dihubungi manajemen pelaksana sebagai peserta program.

              Kemudian penggunaan NIK sebagai identifikasi peserta sudah memadai, tidak perlu dilakukan
              penggunaan fitur lain yang mengakibatkan penambahan biaya.

              KPK juga menyarankan agar komite meminta pendapat hukum ke Kejaksaan Agung tentang
              kerja sama dengan delapan platform digital ini apakah termasuk dalam cakupan PBJ pemerintah
              atau tidak.




                                                           190
   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196