Page 93 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 93
kebutuhan di tempat kerja. Germas bertujuan memasyarakatkan budaya hidup sehat di tempat
kerja dan menghilangkan kebiasaan serta perilaku pekerja yang kurang sehat.
"Program ini memiliki beberapa fokus yaitu deteksi dini penyakit akibat kerja, tempat kerja tanpa
asap rokok, aktivitas fisik/olah raga, penyediaan ruang laktasi, perilaku hidup bersih dan sehat,
penggunaan APD, tindakan P3K, dan promosi gizi seimbang," ujar Ida usai menyaksikan
kegiatan Rapid Tes Mandiri di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Selasa (23/6).
"Kegiatan ini, yang merupakan implementasi salah satu upaya pencegahan Covid-19 di tempat
kerja sekaligus dalam rangka menerapkan Gerakan Pekerja Sehat, yaitu deteksi dini penyakit
akibat kerja," Menurut Ida, kegiatan Germas akan mampu mendorong seluruh kawasan industri
untuk melaksanakan upaya pencegahan Covid-19 di tempat kerja. Sehingga pekerja berada
dalam kondisi selamat, sehat, dan produktif yang berdampak pula terhadap perusahaan.
Acara pemeriksaan rapid tes mandiri yang merupakan hasil kolaborasi APINDO, Kadin, serta
pelaku usaha di kawasan industri tersebut, Ida menilai hal tersebut sebagai rasa tanggung jawab
bersama dalam menangani dan mencegah pandemi.
"Adanya kesadaran pencegahan pandemi di tempat kerja, diharapkan produktivitas usaha dan
pekerja akan berangsur pulih. Dengan demikian perekonomian nasional juga berangsur normal.
Mudah-mudahan dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia," ujar Ida.
Ida menegaskan, upaya pencegahan dan pemutusan pandemi di tempat kerja akan terus
dilakukan. Meski wabah belum sepenuhnya tuntas, keberlangsungan usaha harus tetap bekerja,
dengan keselamatan pekerja sebagai prioritas.
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Ida mengajak dunia usaha dan industri untuk mulai
bergerak, memutar roda perekonomian. Antara penanganan wabah secara langsung harus
berjalan seiring dengan penanganan terhadap dampak, dengan mematuhi protokol kesehatan
yang direkomendasikan oleh WHO. Sekda Kabupaten Karawang Acep Jamhuri mengungkapkan,
pihaknya terus melakukan edukasi agar masyarakat dunia usaha disiplin mematuhi protokol,
sekaligus melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja di tempat kerja.
Terlebih, regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Karawang cenderung fleksibel.
Ia menganjurkan masyarakat agar tak perlu takut dan panik, asalkan tetap disiplin, waspada
dan berhati-hati. (rea).
92

