Page 151 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 151
Title JADI KORBAN KEKERASAN, PEMERINTAH PULANGKAN 9 ABK DI KAPAL CHINA
Media Name liputan6.com
Pub. Date 30 Mei 2020
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4266650/jadi-korban-kekerasan-pem erintah-
Page/URL
pulangkan-9-abk-di-kapal-china
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani bersama, Menteri Tenaga Keja, Ida Fauziyah,
menyambut pemulangan 9 Anak Buah Kapal (ABK) Eks Kapal milik perusahaan RRT
Rongcheng Ocean Fishery Co.Ltd, yang tiba pada Jumat (29/5) malam dengan
maskapai Airlines OZ 761 tujuan Incheon-Jakarta.
"Ini babak baru, membangun sinergi dan energi positif bersama-sama bekerja dan
bekerja bersama, bahu membahu memberikan pelindungan bagi PMI, termasuk ABK"
tegas Benny. Setelah menyambut 9 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ABK, Benny
Rhamdani bersama Ida Fauziyah melakukan serah terima ke Bareskrim Polri untuk
tindak lanjut penanganan kasusnya.
"Setelah ini 9 PMI ABK akan kita antar ke Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC)
Bambu Apus, Jakarta dan diserah terimakan melalui Kepala UPT BP2MI Jakarta. Mereka
akan dikarantina, sebelum kembali ke daerah asal. Pemulangan mereka nantinya, tentu
dengan menerapkan protokol kesehatan," jelas Benny.
"Kami akan terus bersinergi untuk memberikan pelindungan kepada semua PMI ABK, ini
adalah momentum perbaikan tata kelola pelindungan PMI ABK. Bagi saya, mereka
adalah warga negara VVIP dan BP2MI wajib memberikan pelindungan kepada mereka
dari ujung rambut sampai ke ujung kaki," sambungnya.
Kepulangan 9 PMI ABK ini merupakan tindak lanjut dari pengaduan yang telah diterima
BP2MI perihal jam kerja yang melebihi ketentuan dan gaji yang belum dibayarkan, baik
gaji di atas kapal, gaji yang dikirimkan ke rumah dan gaji memancing yang dijanjikan
oleh kapten kapal. Menurut siaran resmi BP2MI, Sabtu (30/5/2020), adapun gaji yang
baru diterima oleh 9 ABK tersebut masing-masing sebesar Rp 650.000, atau setara USD
50.
Selain itu, 9 PMI ABK ini juga mengaku mendapatkan perlakuan tidak layak dari kapten
dan ABK Cina, mulai dari perkataan hingga tindakan fisik. Saat pengaduan dibuat, ABK
berada di mess di Cina tanpa adanya kejelasan sampai kapan. Pada hari sebelumnya,
mereka sempat diajak untuk bekerja lagi oleh kapten kapal, namun mereka menolaknya
karena tidak mau kembali mendapat perlakuan kasar dari kapten kapal.
"Selain mendapat kekerasan, mereka juga mendapatkan ancaman dari manning agency
Indonesia (Amay). Jika mereka tidak mau kembali ke kapal, maka tidak akan bisa
pulang. Adapun agen perekrut 9 ABK yaitu PT Maritim Samudra Indonesia (MSI), PT
Rimba Ciptaan Indah (RCI), dan PT Novarica Agatha Mandiri," ujar Benny.
Page 150 of 197.

