Page 260 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 260

"Karena  itu,  saat  ini  tengah  disiapkan  normal  baru.  Tujuannya  agar  masyarakat  dapat
              melakukan kegiatan produktifm, namun aman dari COVID-19. PSBB (pembatasan sosial berskala
              besar) belum dicabut. Tetapi kegiatan sudah mulai disiapkan untuk masuk pada era adaptasi
              normal baru," imbuhnya.

              Sementara  itu,  Peneliti  Lembaga  Lingkaran  Survei  Indonesia  (LSI)  Denny  J.A.,  Rully  Akbar
              menyatakan dalam riset terbarunya menemukan lima alasan kecemasan ekonomi melampaui
              kecemasan terpapar COVID-19. Antara lain meluasnya berita kisah sukses banyak negara yang
              mampu mengendalikan virus Corona walau vaksin belum ditemukan.

              Sejumlah negara yang sukses itu diantaranya Selandia Baru, Jerman, Hong Kong, dan Korea
              Selatan. Walau vaksin belum tersedia, sudah ada contoh konkret negara yang sukses. Itu sudah
              cukup mengurangi kecemasan atas virus," kata Rully di Jakarta, Jumat (12/6).
              Dia menyebut tiga sumber data untuk menggambarkan beralihnya bentuk kecemasan. Pertama,
              data Galup Poll (2020) yang merupakan lembaga survei opini publik di Amerika Serikat. Kedua,
              data dari VoxPopuli Center, lembaga opini publik Indonesia. Pada 26 Mei--1 Juni 2020, lembaga
              ini  melakukan  survei  telepon  atas  1.200  responden.  Hasilnya  25,3  persen  publik  khawatir
              terpapar Corona. Namun, 67,4 persen publik khawatir kesulitan ekonomi atau takut kelaparan.

              Ketiga, riset eksperimental yang dilakukan Denny J.A. dan Eriyanto (dosen UI) pada Maret--Juni
              2020. "Ini bukan survei opini publik. Melainkan riset eksperimental untuk menggali lebih detail
              kekhawatiran responden," jelasnya.

              Terkait  kecemasan  ekonomi,  yakni  meluasnya  kemampuan  protokol  kesehatan  dalam
              mengurangi tingkat penyebaran Corona. Seperti Social distancing, mencuci tangan dan memakai
              masker. "Tiga cara paling populer dalam protokol kesehatan itu pesan kuat walau belum ada
              vaksin. Manusia punya alat lain untuk melindungi diri," ucapnya.

              Di sisi lain, tabungan ekonomi umumnya makin menipis. Makin lama berlakunya pembatasan
              sosial,,  makin  berkurang  kemampuan  ekonomi  rumah  tangga.  Pada  saat  kecemasan  atas
              terpapar virus Corona menurun, kecemasan atas kesulitan ekonomi meningkat. "Jumlah warga
              yang  secara  konkret  terkena  kesulitan  ekonomi  jauh  melampaui  warga  yang  terpapar  virus
              Corona. Menaker melaporkan jumlah PHK ditambah yang dirumahkan hingga Juni 2020 sekitar
              1,9 juta orang," paparnya.

              Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga melaporkan jumlah yang di-PHK mencapai 7 juta
              orang. Hingga 11 Juni 2020, dari data Worldometer, yang terpapar virus Corona di Indonesia
              sekitar 35.000 orang. Sedangkan yang meninggal dunia sekitar 2.000 orang..

























                                                           259
   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265