Page 331 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 331

Ringkasan

              Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya membatasi pengajuan kartu kuning, yang awalnya tidak
              terbatas kini hanya dibatasi 100 orang per hari.

              Kepala Seksi Penempatan Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Ikin
              mengatakan pembatasan itu diberlakukan pasca hari raya lebaran kemarin, untuk menghindari
              terjadinya kerumunan masa. "Mereka juga diwajibkan pakai masker dan cuci tangan," ujarnya
              kepada Radar, Rabu (10/6).



              1.200 LULUSAN SMA CARI PEKERJAAN

              Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya membatasi pengajuan kartu kuning, yang awalnya tidak
              terbatas kini hanya dibatasi 100 orang per hari.

              Kepala Seksi Penempatan Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Ikin
              mengatakan pembatasan itu diberlakukan pasca hari raya lebaran kemarin, untuk menghindari
              terjadinya kerumunan masa. "Mereka juga diwajibkan pakai masker dan cuci tangan," ujarnya
              kepada Radar, Rabu (10/6).

              Menurut  dia,  para  pencari  kerja  dilarang  masuk  ke  ruangan,  mereka  hanya  bisa  duduk
              menunggu di luar.

              "Nanti dipanggil satu-satu untuk legalisir dan mengisi formulir yang disediakan, tidak perlu antre
              berdesak-desakan," ucapnya.

              Lanjut  dia,  para  pencari  kerja  ini  didominasi  oleh  lulusan  SMA  dan  SMK  yang  melamar  ke
              berbagai  perusahaan  dan  pabrik.  "Kalau  yang  lulusan  dari  universitas  justru  sangat  sedikit,
              tercatat hanya lima orang saja," jelasnya.

              Sementara  yang  lulusan  SMA  tercatat  ada  1.200  orang  yang  membuat  kartu  kuning  untuk
              melamar kerja. "Data itu dari tanggal 26 Mei sampai hari ini, jumlahnya memang cukup banyak
              yang lulusan SMA dan SMK," ucapnya.

              Pada saat PSBB, masih diberlakukan jumlah pencari kerja turun drastis, dalam sehari paling
              banyak 15 orang saja. "Setelah PSBB berakhir, jumlah pencaker mengalami ledakan " terangnya.

              Salah seorang pencari kerja, Suherman (23) mengatakan bahwa dirinya sempat menganggur
              beberapa minggu karena pandemi Covid-19, kali ini dia pun berharap bisa mendapat pekerjaan.
              "Mudah-mudahan saja dapat kerja, walaupun kondisinya sedang sulit begini," katanya.
              BERTAMBAH 3,7 JUTA ORANG

              Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sampai Selasa (12/5) terdapat
              1.722.958 pekerja yang terdampak wabah Virus Corona (Covid-19) dari pemberhentian sepihak
              sampai dirumahkan.

              Angka ini terbagi dari 1.032.960 pekerja formal yang dirumahkan, 375.165 pekerja formal yang
              mengalami pemutusan hubungan kerja dan 314.833 pekerja informasi yang terdampak.

              Angka  tersebut  ternyata  tidak  berbanding  lurus  dengan  data  Perencanaan  Pembangunan
              Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menembus 2 juta hingga
              3,7 juta orang baik yang di-PHK sampai kebijakan dirumahkan.




                                                           330
   326   327   328   329   330   331   332   333   334   335   336