Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 DESEMBER 2019
P. 4
Title HAMPIR 12 TAHUN TKI ASAL INDRAMAYU TERTAHAN DI MESIR
Media Name republika.co.id
Pub. Date 05 Desember 2019
https://www.republika.co.id/berita/daerah/jawa-barat/19/12/05/q1zqm044 18000-
Page/URL
hampir-12-tahun-tki-asal-indramayu-tertahan-di-mesir
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Indramayu dilaporkan tak
bisa pulang setelah bertahun-tahun bekerja di luar negeri. Kali ini, hal itu menimpa
Makpiyah binti Maknun (28 tahun), asal Blok Margunah, RT 004/RW 001, Desa
Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng.
Makpiyah dilaporkan tidak bisa pulang dari tempatnya bekerja di Mesir sejak 11
tahun 11 bulan terakhir. Selain itu, dia juga belum menerima gaji utuhnya dan tak
bisa leluasa berkomunikasi dengan keluarganya di kampung halaman.
''Selama 11 tahun 11 bulan bekerja di Mesir, anak saya tidak bisa pulang dan baru
menerima gaji yang dikirim sebesar Rp 36 juta,'' kata Maknun, ayah kandung
Makpiyah, di Indramayu, Rabu (4/12/2019).
Maknun menceritakan, Makpiyah pergi menjadi TKI bersama kakaknya yang
bernama Nunung Nuraeni. Keduanya direkrut oleh Hayat, seorang sponsor warga
Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, sebagai pekerja rumah tangga (PRT) ke
Yordania.
Kedua putri Maknun itu didaftarkan ke PT Cemerlang Abadi (CA) Cabang
Indramayu, di Kecamatan Krangkeng. Setelah menunggu beberapa hari, keduanya
langsung dibawa ke kantor pusat PT CA di Condet, Jakarta Timur.
''Di Jakarta pun hanya menunggu beberapa hari, kemudian kedua anak saya
diberangkatkan ke Yordania pada 15 Januari 2008,'' terang Maknun.
Setelah sampai di Yordania, kedua TKI itu kemudian dibawa ke Kairo, Mesir. Di kota
itu, keduanya ditempatkan di dua majjikan yang berbeda.
''Kalau Nunung, setelah kerja tiga tahun langsung pulang. Sedangkan Marpiyah
hampir 12 tahun tidak bisa pulang karena majikan selalu menahan kepulangannya,''
tutur Maknun.
Page 3 of 96.

