Page 41 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 SEPTEMBER 2019
P. 41
Minggu (3/3/2019).
Meski mendapat banyak kritikan, saat Jokowi terpilih kembali sebagai Presiden
periode 2019-2024, program kartu sakti itu pun akan segera direalisasikan.
Khususnya Kartu Pra Kerja yang mulai disiapkan Pemerintah.
Bahkan Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 10 triliun yang
nantinya mengakomodasi sekitar 2 juta masyarakat di RAPBN tahun anggaran 2020.
Belum lama ini, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
telah mengadakan rapat persiapan Kartu Pra Kerja. Hadir dalam rapat tersebut
Kepala Staf Presiden Moeldoko, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan
beberapa pejabat perwakilan dari Bappenas hingga Kementerian Keuangan.
Hasilnya, Pemerintah akan mengimplementasikan program tersebut pada awal
2020. Di mana, peserta program Kartu Pra Kerja akan mendapatkan pelatihan
selama tiga bulan lamanya dan mendapatkan insentif sebesar Rp 300-Rp 500 ribu
per bulannya.
Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan cara untuk mengakses program
Kartu Pra Kerja cukup mendaftar melalui aplikasi yang dikelola oleh project
management officer (PMO) yang dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
"Kita tidak begitu kaku ya karena intinya hanya membekali mereka agar bisa dapat
pekerjaan bisa (lulusan) SMK, bisa juga.. aku belum detail persyaratannya tapi siap
terhadap siapa saja yang ingin mendapatkan pekerjaan," kata Moeldoko di Kemenko
Perekonomian, Jakarta, Selasa (24/9/2019).
Moeldoko menyebut, Pemerintah tidak menentukan batasan usia dalam
menjalankan program Kartu Pra Kerja ini. Adapun cara yang harus ditempuh
masyarakat adalah dengan mendaftar pada aplikasi yang disediakan oleh
Pemerintah. Nantinya, para peserta akan mengisi biodata diri, minat keterampilan,
hingga menjawab beberapa pertanyaan yang ujung-ujungnya akan diseleksi oleh
PMO.
Dalam pelaksanannya, PMO juga akan bekerja sama dengan para pelaku industri
tanah air dan lembaga pelatihan dan kejuruan (LPK). Bahkan, Pemerintah juga akan
bekerja sama dengan beberapa perusahaan digital seperti GoJek, Tokopedia, hingga
Bukalapak. Setelah mendaftar, Moeldoko mengungkapkan bahwa calon peserta
akan ditujukan kepada tempat pelatihan yang sesuai dengan keterampilan yang
diinginkan. Sehingga nantinya para peserta mampu memenuhi kebutuhan industri
atau bisa menjadi wirausaha.
Hanya saja yang perlu diketahui oleh para peserta adalah, ketika di pertengahan
waktu pelatihan sudah mendapatkan pekerjaan, maka kewajibannya adalah
melaporkan kepada PMO. Adapun waktu pemberian pelatihan selama dua sampai
tiga bulan.
Page 40 of 72.

