Page 73 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2020
P. 73

"Semua (klaster) akan dilaksanakan rapat dengar pendapat umum (RDPU). Rabu ini
               (22/4/2020) akan bahas BAB 1 terkait ketentuan umum, konsideran," ujar Willy saat
               dihubungi wartawan, Jakarta, Senin (20/4/2020).


               Setelah itu akan dilanjutkan pembahasan BAB II tentang maksud dan tujuan
               dibuatnya RUU Cipta Kerja yang diusulkan pemerintah.

               Usai pembahasan Bab I dan Bab II, kata Willy, Panja RUU Cipta Kerja akan
               melanjutkan pendalaman BAB V terkait Kemudahan, Pemberdayaan, dan
               Perlindungan UMKM dan Perkoperasian. Kemudian BAB III terkait Peningkatan
               Ekosistem Investasi dan Kegiatan Berusaha.


               "Lalu BAB VII tentang Dukungan Riset dan Inovasi, lalu BAB X terkait Investasi
               Pemerintah Pusat dan Proyek Strategis Nasional," papar Willy.


               Tahapan selanjutnya, Panja membahas BAB IX terkait Kawasan Ekonomi, kemudian
               BAB VI soal Kemudahan Berusaha.


               "Selanjutnya BAB VIII terkait Pengadaan Lahan, dilanjutkan BAB XI tentang
               Pelaksanaan Administrasi Pemerintah, dan terakhir BAB IV soal Ketenagakerjaan,"
               tutur Willy.


               CSIS Sebut  Omnibus Law  Jadi Solusi  Kepala Departemen Ekonomi Centre for
               Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menilai, RUU Cipta
               Kerja adalah bagian dari reformasi ekonomi di Indonesia.


               Yose menjelaskan salah satu masalah ekonomi yang perlu direformasi adalah
               sulitnya menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

               "Adanya fakta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas di Indonesia ini bukan
               hanya susah tapi makin lama makin susah. Jadi bukan hanya karena sulit. Kalau
               sulit namun kemudian makin lama makin baik itu tidak apa-apa, bagus, paling tidak
               ada kemajuan tetapi ini kita bisa lihat bahwa sudah sulit makin lama makin sulit,"
               kata Yose Rizal dalam pernyataannya, Senin(20/4/2020).

               Menurut Yose, masalah ketersediaan lapangan pekerjaan yang berkualitas di
               Indonesia disebabkan lemahnya permintaan terhadap tenaga kerja Indonesia.

               Kuncinya adalah meningkatkan permintaan akan tenaga kerja melalui investasi
               berkualitas dengan Reformasi Ekonomi yang serius, kata Yose Rizal.


               "Ini sangat urgent dilakukan, momentumnya sangat penting karena saat recovery
               ekonomi terjadi kita bisa ketinggalan dibanding yang lainnya," ujarnya.


               "RUU Cipta Kerja ini bagian dari itu, sehingga cukup urgent untuk dilakukan. Tapi
               perlu ada proses komunikasi yang intens," ujar Yose Rizal.(seno/willy
               widianto/tribunnetwork/cep).







                                                       Page 72 of 139.
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78