Page 8 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2020
P. 8

Title          DAMPAK COVID-19 TERHADAP EKONOMI
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      22 April 2020
               Page/URL       https://mediaindonesia.com/read/detail/306300-dampak-covid-19-terhadap -ekonomi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive

                       DAMPAK COVID-19 TERHADAP EKONOMI



               Klik untuk infografis lebih besar PENYEBARAN covid-19 yang masif di hampir seluruh
               negara di dunia berdampak besar terhadap perekonomian global. Berbagai kegiatan bisnis
               dan aktivitas lain di banyak negara terpaksa ditutup atau dihentikan demi mencegah makin
               merebaknya virus ini. Akibatnya, banyak pekerja terkena dampak, terkena pemutusan
               hubungan kerja (PHK). Berdasarkan data dari Dana Moneter Internasional (IMF) dalam
               World Economy Outlook April 2020, di antara berbagai negara yang terkena dampak
               pengangguran, Amerika ialah yang paling mencolok. Jumlah pengangguran di negara itu
               diproyeksikan meningkat menjadi 10,4% dari total angkatan kerja pada 2020 setelah pada
               2019 hanya 3,7%.

               Sementara itu, jumlah pengangguran di Indonesia juga diprediksi bertambah, dari 5,3% pada
               2019 menjadi 7,5% pada 2020 dari angkatan kerja (2,2%). Peningkatan pengangguran ini
               memang sudah mulai terlihat. Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan
               (Kemenaker), di sektor formal setidaknya sudah lebih dari 189 ribuan pekerja yang terkena
               PHK dari 22 ribuan perusahaan, sedangkan hampir sejuta pekerja dirumahkan dari sekitar 17
               ribu perusahaan. Sementara itu, di sektor informal 189.452 pekerja dari 34.453 perusahaan
               terkena dampak.

               Mitigasi berbagai negara Demi mendorong ekonomi agar terus bergerak positif, pelbagai
               negara juga melakukan mitigasi, seperti Amerika Serikat, Jerman, Britania Raya, dan
               Indonesia. 'Negeri Paman Sam', misalnya, menggelontorkan bantuan terbesar dalam sejarah
               hingga mencapai US$2,0 triliun (sekitar Rp31 ribu triliun) serta pemberian bantuan kepada
               perusahaan kecil, menengah, dan besar. Langkah hampir sama juga dilakukan Jerman dengan
               pemberian bantuan kepada perusahaan, yaitu 600 miliar euro (sekitar Rp10 ribu triliun)
               untuk membantu perusahaan besar, sedangkan perusahaan kecil yang menghadapi kendala
               likuiditas memiliki akses pinjaman 500 miliar euro (sekitar Rp8.500 triliun). Pemerintah
               Indonesia pun sudah melakukan mitigasi dengan anggaran total Rp405 triliun untuk berbagai
               bidang, terutama kesehatan.

               Potensi ekonomi Meskipun ada sektor ekonomi yang mengalami kerugian sebagai dampak
               dari covid-19 (lihat grafik), di sisi lain muncul banyak sektor ekonomi yang meraup banyak
               keuntungan. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, sektor yang yang berpotensi tumbuh
               di tengah pandemi ini ialah tekstil dan produk tekstil (alat pelindung diri/APD dan masker)
               dan alat-alat kesehatan. Selain itu, dengan adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar
               (PSBB) termasuk belajar dan bekerja dari rumah, sektor telekomunikasi, jasa logistik, serta
               makanan dan minuman pun diprediksi akan mendapatkan keuntungan yang besar sebagai
               penyokong kebutuhan masyarakat ketika melaksanakan semua kegiatan dari rumah.










                                                       Page 7 of 139.
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13