Page 60 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 OKTOBER 2019
P. 60
Deputi Perlindungan BNP2TKI, Anjar Prihantoro mengucapkan, turut
berbelasungkawa atas meninggalnya 3 PMI ABK yang meninggal karena musibah
jembatan runtuh di Taiwan.
Kepada keluarga korban, Anjar berpesan agar tabah dan selalu kuat dalam
menghadapi musibah ini.
"Kami dari keluarga besar BNP2TKI mengucapkan turut berduka cita atas
meninggalnya PMI ABK yang meninggal karena terkena musibah di Taiwan. Semoga
seluruh proses pemulangan hingga pemakaman berjalan dengan baik," ujar Anjar di
Jakarta, Kamis (10/10/2019).
Ia menyatakan, BNP2TKI memberikan fasilitas pemulangan gratis kepada seluruh
korban musibah dari Bandara Soekarno Hatta hingga ke kampung halaman. Selain
itu, BNP2TKI juga memberikan bantuan tanggap darurat kepada ahli waris masing-
masing sebesar Rp 3,5 juta.
Direktur Pelayanan Pengaduan BNP2TKI, R Wisantoro menyatakan, terkait hak-hak
dan kewajiban ke 3 PMI tersebut akan diberikan secepatnya.
"Untuk hak gaji, lembur, dan asuransi kematian di luar negeri akan diurus oleh
KDEI Taipei," kata Wisantoro saat menerima 3 jenazah PMI ABK di Bandara
Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (10/10/2019).
Ia menambahkan, proses pelayanan pemulangan PMI ABK telah dilakukan dengan
responsif dan cepat.
"Proses pengurusan jenazah dari saat kejadian hingga tiba di Tanah Air sangat
cepat. Tidak ada yang bisa merencanakan dan mengubah keadaan. Keluarga pun
sudah menerima peristiwa ini," ucapnya Sebagai informasi, Jembatan Lintas
Pelabuhan Nanfang Ao di Yilan, Taiwan runtuh pada Selasa, 1 Oktober 2019 sekitar
pukul 09.10 waktu Taiwan. Pada saat kejadian, terdapat 1 kapal tanker yang tengah
melintas dan 3 kapal nelayan yang sedang bersandar di bawah jembatan yang turut
tertimpa reruntuhan. Peristiwa ini menjatuhkan beberapa korban dan 7 di antaranya
merupakan PMI ABK.
Informasi dari KDEI Taipei, selain 3 jenazah yang sudah dipulangkan, ada pula 4
orang PMI ABK yang terdampak runtuhnya jembatan. Sebanyak 2 orang PMI ABK,
yakni Miswan dan Supandi mengalami luka ringan dan telah selesai menjalani
perawatan, serta 2 orang PMI ABK lainnya, yakni Jaedi Bin Karmin dan Winanto
mengalami cedera berat dan masih menjalani perawatan.
Gunawan perwakilan keluarga korban PMI ABK Wartono asal Cirebon mengaku
sudah iklhas dengan musibah yang menimpa saudaranya ini. Ia mengucapkan
terimakasih kepada BNP2TKI yang telah membantu dan memfasilitasi pemulangan
jenazah Wartono hingga ke Cirebon.
Page 59 of 87.

