Page 86 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 OKTOBER 2019
P. 86

Akibat mengabaikan peran dan fungsi BNP2TKI ini pula, pada akhirnya berbagai
               permasalahan TKI muncul baik saat proses pra penempatan, penempatan, atau saat
               masa perlindungan TKI di luar negeri. Inilah akibat sistem rekrut calon TKI sudah
               bermasalah dari awal karena pelaku usaha jasa TKI cenderung berkiblat untuk
               mendahulukan keuntungan/kepentingan perusahaan pengerah terkait jasa TKI.
               Pada sisi lain, hal itu dapat merusak kemartabatan TKI untuk dalam mendapatkan
               perlindungan yang optimal, baik hak-hak ataupun pembelaan atas berbagai
               kasusnya dengan sebenar-benarnya.


               Tentu saja diharapkan, mengacu kepada Undang-Undang Baru No 18/2017 tentang
               Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, ke depan harus terus diupayakan skala
               prioritas dengan memperkuat penempatan TKI sektor formal
               berpendikan/berkeahlian sehingga secara perlahan akan mampu mengurangi
               penempatan TKI sektor domestik/rumah tangga yang memang rawan dengan
               masalah hukum/kasus hukum/risiko penganiyaan baik kekerasan seksual ataupun
               fisik. Dengan menggesa penempatan TKI sektor formal berpendikan/berkeahlian,

               langkah pemartabatan TKI akan mudah diselenggarakan/terwujud. Selain itu, hal
               tersebut akan mencipatakan rasa aman bagi TKI, termasuk bagi penyelenggara
               negara yang mengurus TKI dan juga untuk pihak pemerintah RI di sejumlah negara
               penempatan melalui wadah perwakilan RI masing-masing.














































                                                       Page 85 of 87.
   81   82   83   84   85   86   87