Page 57 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 57

PROGRAM PRAKERJA TUNGGU REVISI PERPRES

              PENDAFTARAN peserta pelatihan gelombang IV program kartu prakerja akan kembali dibuka
              setelah revisi Peraturan Presiden 36/2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja melalui
              Program Kartu Prakerja telah rampung. Saat ini revisi perpresnya telah masuk tahap finalisasi.
              "Jadi, kalau nanti perpres keluar lalu verifikasi pembayaran lembaga pelatihan yang saat ini
              dilakukan BPKP kepada lembaga-lembaga pelatihan dari baich I-III selesai, kita melanjutkan
              batch IV," ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan Usaha Mikro,

              Kecil,  dan  Menengah  Kementerian  Koordinator  Bidang  Perekonomian,  Mohammad  Rudy
              Salahuddin, ketika dihubungi, kemarin.

              Rudy yang juga Ketua Tim Pelaksana Komite Kartu Prakerja itu mengatakan hal itu berkaitan
              pula dengan tertundanya pencairan insentif peserta pelatihan gelombang pertama hingga ketiga
              lantaran ada evaluasi yang dilakukan Komite Cipta Kerja.Namun. kata Rudy, pada Jumat (26/6)
              insentif itu telah dicairkan ke rekening masing-masing peserta pelatihan.

              "Kemarin kita sempat menyetop karena kita menunggu dulu apakah pembayaran insentif ini
              termasuk diveri-fikasis BPKP atau tidak. Ternyata hanya pembayaran kepada lembaga pelatihan
              yang perlu diverifikasi," katanya.

              Rudy juga  mengatakan telah  meminta  mitra platform  digital  untuk  menghentikan  penjualan
              pelatihan dalam bentuk paket (bundling).

              "Ada beberapa platform digital mitra kita yang menjual paket bundling. Misalnya, Rp1 juta untuk
              berapa pelatihan. Ini yang kita tidak bolehkan lagi di aturannya. Jadi, paket bundling ini untuk
              fairness-nya tidak bagus. Jadi, ini kita setop," katanya.

              Dugaan malaadministrasi

              Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan dugaan malaadministrasi pelaksanaan program
              kartu  prakerja  ke  Ombudsman  Republik  Indonesia  (ORI).  ICW  pun  meminta  pemerintah
              menghentikan pelaksanaan program prakerja.

              "Desakan kami agar pemerintah menghentikan program kartu prakerja dan kami mengharapkan
              Ombudsman melakukan pemeriksaan terkait adanya dugaan malaadministrasi dalam program
              kartu  prakerja  ini,"  kata  peneliti  ICW  Tibiko  Zabar  dalam  konferensi  pers  secara  daring  di
              Gedung ORI, Jakarta, kemarin.

              Saat menanggapi laporan ICW ini, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja
              Panji  Winanteya  Ruky  mengatakan  pihaknya  akan  selalu  terbuka  terkait  masukan  dan
              rekomendasi perbaikan program tersebut.

              "Kami sudah berkoordinasi dengan Ombudsman sebelumnya dan akan terus membuka jalur
              komunikasi untuk saran-saran dan rekomendasi perbaikan program kartu prakerja," ujarnya.

              Panji juga mengatakan pemberian insentif kepada peserta pelatihan kartu prakerja tetap sama,
              yakni Rp2,4 juta, yang akan diberikan selama empat bulan. Dengan begitu, besaran yang akan
              diterima peserta setiap bulannya tetap Rp600.000. (Mir/Dhk/X-10)

              "Rudy  telah  meminta  mitra  platform  digital  untuk  menghentikan  penjualan  pelatihan  dalam
              bentuk paket (bundling).


                                                           56
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62