Page 108 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 FEBRUARI 2020
P. 108

Dikemukakannya, pemerintah terus bekerja keras memperbaiki regulasi tata kelola
               penempatan dan perlindungan PMI sebagai bentuk keseriusan pemerintah. Untuk
               memberikan perlindungan terhadap WNI yang bekerja sebagai PMI di Arab Saudi.

               "Revisi aturan itu juga dapat meningkatkan perlindungan terutama bagi PMI, yang
               bekerja di sana Arab Saudi," ujar Menaker.

               Di bagian lain, Plt Dirjen Binapenta & PKK Aris Wahyudi mengatakan, pemerintah
               hanya mengirim PMI yang berkompeten dan tidak lagi mengirim PMI yang tidak
               berkompetensi. Dengan kompetensi bagus, lanjutnya, otomatis PMI tersebut bisa
               melindungi dirinya sendiri disamping negara juga akan hadir.

               "Jadi tak semua seperti dulu, semua orang yang ingin berangkat, bisa berangkat.
               Tapi, harus pastikan dulu kompetensi calon PMI yang punya keahlian yang sesuai
               dengan permintaan, itu yang akan berangkat," jelasnya.

               Dia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan juga akan melakukan kerja sama dengan
               penyelenggara asuransi di Arab Saudi untuk mengatasi hambatan selama ini, karena
               belum adanya kantor cabang BPJS di luar negeri.

               "Hambatan ini bisa diatasi dengan kerja sama, sehingga bisa memastikan
               perlindungan dari pekerja migran dari negera kita dan negara penempatan,"
               katanya.

               Sementara, Dubes Esam A Abid Althagafi berharap pemerintah Indonesia
               secepatnya kembali membuka pengiriman PMI ke Arab Saudi. Apalagi menjelang
               momentum bulan Ramadhan 1441 H yang jatuh pada akhir April 2020 nanti.

               Menurut Esam, dibandingkan tenaga kerja dari negara-negara lain, selain jumlah
               populasi yang besar, PMI tetap menjadi favorit dan disukai oleh masyarakat di Arab
               Saudi.

               "Kami sudah kerja sama dengan negara lain. Tapi PMI tetap tak tergantikan, karena
               masyarakat Saudi sudah memiliki kecocokan dari segi kultur budaya maupun
               sebagai sesama muslim," kata Esam A Abid Althagafi seraya menyebut Kerajaan
               Arab Saudi telah mempersiapkan diri secara serius memberikan perlindungan
               kepada PMI.

               Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Esam A Abid Althagafi juga menyatakan
               Kerajaan Arab Saudi menyampaikan permohonan maaf atas berbagai peristiwa yang
               menimpa PMI beberapa tahun terakhir.

               Kerja sama ini bersifat uji coba secara terbatas, yakni dengan jumlah PMI tertentu,
               evaluasi setiap tiga bulan, lokasi tertentu (Jeddah, Madinah, Riyadh, dan wilayah
               timur, yakni Damam, Qobar, Dahran) dan jabatan tertentu (baby sitter, family cook,
               elderly caretaker, family driver, child careworker, dan housekeeper).



                                                      Page 106 of 127.
   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113