Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 64
"Saya yakin dan percaya bahwa dalam menghadapi COVID-19 ini dengan membangun
solidaritas diantara pemerintah pusat dan daerah," demikian kata Ida pada kesempatan
tersebut.
"Kami mengarahkan dan memberikan kepada masyarakat dengan mengembangkan pertanian
melalui pelatihan, Balai Latihan Kerja (BLK) pertanian," imbuhnya Menurutnya, kondisi
pandemik ini betul-betul memukul kita semua. Pertumbuhan ekonomi hampir disemua negara
mengalami minus pertumbuhan ekonominya.
Hal senada diungkapkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, di masa tanggap darurat
bencana COVID-19 pihaknya harus hadapi dengan sikap dewasa, sadar dan tawakal yang
berkelanjutan. Dikatakannya bahwa bencana ini bukan saja mengancam jiwa tapi juga
memporakporandakan seluruh aspek kehidupan tidak terkecuali tatanan ekonomi, "untuk itu
pemerintah KBB berusaha dengan sekuat tenaga dan bereaksi cepat sesuai dengan jargonya
lumpaat( Lumampah mawa mangfaat) untuk mengatasi berbagai masalah".
"Saat ini Kabupaten Bandung Barat sedang gencar melakukan pengembangan disektor
pariwisata dan pembinaan UMKM," terang Aa.
Ia menambahkan, tujuan utama untuk padat karya dibidang pertanian dan kewirausahaan
adalah sebagai upaya penanggulangan terhadap korban PHK yang terdampak bencana COVID-
19 serta menekan angka pengangguran di Kabupaten Bandung Barat. Usai melakukan
penandatangan kesepakatan (MoU) antara pemerintah KBB dengan Kemnaker RI tentang
Sinergi Pelaksanaan Penanganan Dampak COVID-19 Melalui Program Pelatihan dan
Pengembangan Padat Karya Pertanian. Aa Umbara berharap ini bisa menjadi contoh nantinya
bagi Daerah lain di Provinsi Jawa Barat, karena KBB adalah Daerah pertama yang melakukan
pemulihan ekonomi disaat COVID-19 di Jawa Barat dan semoga juga akan menjadi yang terbaik.
"Kita lihat perkembangan selama 3 bulan ke depan, jika berhasil akan terus berlanjut hingga
diharapkan nantinya bisa memulihkan perekonomian. Bapak optimis ini bisa berhasil,"
tandasnya (RT).
63

