Page 148 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 04 NOVEMBER 2019
P. 148
Ganjar menyatakan hingga 31 Oktober 2019 baru ada tujuh kabupaten/kota di Jateng
yang sudah mengusulkan UMK. "Kami meminta agar kabupaten/kota segera mengirim
usulan upah untuk selanjutnya keluar rekomendasi gubernur untuk upah tahun 2020,"
kata Ganjar.
Tujuh kabupaten/kota yang sudah mengirimkan usulan itu masing-masing Pati,
Rembang, Solo, Magelang, Cilacap, Kendal, dan Pemalang. Masih ada batas waktu
hingga 4 November 2019 agar kabupaten/kota mengusulkan upah minimum.
"Saya meminta agar Disnakertrans oyak- oyak (kejar-kejar) kabupaten/kota yang
belum mengirimkan usulan," tandasnya. Selanjutnya gubernur akan menetapkan
upah minimum kabupaten/kota dengan mempertimbangkan Dewan Pengupahan dan
bupati/wali kota. Di Solo, besaran UMK 2020 disepakati Dewan Pengupahan sebesar
Rp 1.956.200.
Jumlah UMK Kota Solo 2020 ini naik Rp 153.500 dari tahun sebelumnya. "Sebelumnya,
UMK Kota Solo 2019 sebesar Rp 1.802.700, pada 2020 jadi Rp 1.956.200," kata Kepala
Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Solo, Ariani Indriastuti,
kepada Tribunjateng.com, Jumat (1/11/2019).
Dia menyampaikan, besaran UMK (upah minimum kabupaten/kota) Kota Solo
tersebut disepakati setelah melalui beberapa kali rapat di Dewan Pengupahan. Dewan
Pengupahan terdiri atas pemerintah, perwakilan serikat buruh, dan organisasi
pengusaha.
Menurut Ariani, sebelumnya wakil serikat buruh mengajukan besaran UMK di atas Rp
2 juta. "Namun, angka itu dasarnya kurang kuat. Soal kenaikan upah kan itu sudah
ada aturannya, diatur dalam PP No 78/2015. Persentase kenaikan upah kali ini sebesar
5,81 persen," urainya. Dalam rapat, wakil pengusaha keberatan dengan besaran
kenaikan upah yang diusulkan serikat buruh.
Page 147 of 328.

