Page 267 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 04 NOVEMBER 2019
P. 267
Title KENAIKAN UMP TEKAN INDUSTRI PADAT KARYA, MENAKER JANJIKAN INSENTIF
Media Name bisnis.com
Pub. Date 01 November 2019
https://ekonomi.bisnis.com/read/20191101/12/1165787/kenaikan-ump-tekan -
Page/URL
industri-padat-karya-menaker-janjikan-insentif
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjanjikan insentif untuk
membantu industri padat karya sekaligus mencegah pemutusan hubungan kerja
(PHK) di tengah kenaikan Upah Minimum Provinsi sebesar 8,51 persen pada 2020.
"Ya ada beberapa skema yang kita diskusikan lebih jauh.[Nanti akan didiskusikan] di
bawah koordinasi Menko Perekonomian,," katanya di Istana Negara, Jumat
(1/11/2019).
Kendati demikian, dia enggan menyebutkan skema insentif yang akan disiapkan
untuk industri padat karya tersebut. Hingga saat ini, dia mengemukakan angka 8,51
persen sudah mengakomodasi kepentingan pengusaha dan pekerja.
"Angka itu kan angka yang keluar dari BPS [Badan Pusat Statistik] ya. Dari
pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Jadi tidak masing-masing mengambil data
sendiri, baik pengusaha atau buruh. Jadi menurut kita sudah di tengah ya, tidak main
menaik-naikkan begitu saja," ujarnya.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015, penetapan Upah
Minimum Provinsi (UMP) 2020 dihitung berdasarkan inflasi dan pertumbuhan
ekonomi.
Merujuk pada surat Kepala BPS RI Nomor B-246/BPS/1000/10/2019 tanggal 2
Oktober 2019, inflasi nasional sebesar 3,39 persen, dan pertumbuhan ekonomi
nasional sebesar 5,12 persen, sehingga didapatkan kenaikan UMP sebesar 8,51
persen.
Sementara itu, para gubernur harus menetapkan UMP 2020 paling lambat per 1
November 2019 dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2020 selambat-
lambatnya harus sudah ditetapkan pada 21 November 2019.
"Kita terus kembangkan dialog dengan mereka ya. Sebenernya peraturan
Page 266 of 328.

