Page 38 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 DESEMBER 2019
P. 38
Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas dua pekan lalu,
Menaker Ida Fauziyah mengatakan program Kartu Pra-Kerja bukan program
memberi gaji kepada para penganggur. Kartu Pra-Kerja adalah program bantuan
pelatihan vokasi kepada pencari kerja, mereka yang bekerja tapi butuh peningkatan
kompetensi dan ketiga mereka yang sudah bekerja tetapi terdampak PHK.
"Tiga pihak itu yang akan dapat memperoleh manfaat program dari Kartu Pra-Kerja
dan diberikan kepada WNI berusia 18 tahun, yang tidak sedang sekolah," ujar
Menteri Ida.
Hingga saat ini lanjut Ida, pemerintah sedang siapkan program kartu Kartu Pra-
Kerja. Pertama siapkan payung hukum. Kedua, dari payung hukum itu, akan
diserahkan pengelolaannya oleh sebuah Project Management Office (PMO).
Hasil rapat dua pekan lalu, disepakati program Kartu Pra-Kerja akan diluncurkan
2020. "Namun uji coba Kartu Pra-Kerja, akan diluncurkan secara terbatas yakni di
kota Bandung dan Jakarta. Bulan berikutnya, akan ada perluasan, " katanya.
Menteri Ida menambahkan Kartu Pra-Kerja juga diberikan kepada pekerja karena
dampak otomatisasi memungkinkan orang membutuhkan orang kompetensi baru
karena mereka yang membutuhkan upskilling dan reskilling. "Kesempatan itu ada
bagi mereka yang bekerja tapi membutuhkan peningkatan kompetensi," ujarnya.
Dalam kesempatan raker tersebut, Menaker Ida juga memaparkan tujuh program
Kemnaker pada tahun 2020. Pertama, peningkatan kompetensi tenaga kerja dan
produktivitas. Kedua, penempatan dan pemberdayaan tenaga kerja. Ketiga,
pengembangan hubungan industrial dan peningkatan jaminan sosial. Keempat,
perlindungan tenaga kerja dan pengembangan sistem pengawasan
ketenagakerjaan.Kelima, dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis
lainnya Kemnaker. Keenam, perencanaan, penelitian dan pengembangan
Kementerian. "Ketujuh, pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur
Kemnaker," pungkas Ida Fauziyah.
Page 37 of 59.

