Page 53 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 DESEMBER 2019
P. 53
"Sampai dengan 15 Desember ini, setidaknya ada 233 perusahaan di Palembang
yang tidak patuh dan akhirnya diserahkan ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti,"
katanya, disela rapat evaluasi kinerja bersama Kejaksaan Tinggi Sumsel, Selasa
(17/12).
Meski begitu, kata Zain, dari jumlah total yang diserahkan tersebut sebanyak 153
perusahaan akhirnya sudah mematuhi, sementara sisanya dalam masa
penyelesaian. Menurutnya, dengan menggandeng kejaksaan ini menjadi cara yang
efektif untuk menertibkan perusahaan-perusahaan yang tidak patuh.
"Ya, karena ini juga untuk perlindungan karyawannya. Hasilnya sangat baik. Lalu.
kerjasama ini juga bisa mengedukasi masyarakat agar tidak menunda-nunda
pembayaran," katanya.
Zain bilang, sebelum melimpahkan perusahaan yang bersangkutan ke Kejaksaan,
pihaknya tetap mengedepankan upaya persuasif sesuai dengan prosedur. Seperti
memberikan surat peringan terlebih dahulu sebelum memberikan sanksi.
"Jadi upaya yang dilakukan bukan merupakan sebuah bentuk pressure kepada
perusahaan. Tapi lebih kepada proses pengayoman kepada badan hukum yang
wajib terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan," katanya.
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, total kepesertaan aktif di wilayah Sumsel
mencapai 1.597.785 tenaga kerja. Pekerja penerima upah masih mendominasi
peserta dengan jumlah 975.089 tenaga kerja, diikuti dengan pekerja di sektor bukan
penerima upah, dan jasa konstruksi.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel, Sugeng Purnomo, mengatakan
dalam menyelaikan masalah perusahaan tersebut, pihaknya lebih mengedepankan
cara-cara persuasif, dan tetap memberikan jangka waktu kepada pihak terkait untuk
dapat segera menyelesaikan kewajibanya.
"Iya kita temui perusahaanya, menanyakan apa masalahnya, dan mencari solusinya.
Jangan sampai harus diselesaikan melalui jalur hukum," katanya.
Oleh karena itu, Sugeng mengungkapkan seyogyanya perusahaan yang belum
patuh terhadap regulasi yang ada untuk dapat segera mematuhi serta
melaksanakan seluruh ketentuan yang berlaku.
Page 52 of 59.

