Page 59 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 Mei 2019
P. 59

Title         MANAJEMEN FREEPORT TERANCAM DIPIDANA
                Media Name    antaranews.com
                Pub. Date     02 Mei 2019
                Page/URL      https://www.antaranews.com/berita/852568/manajemen-freeport-terancam-d ipidana
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Positive









               Jayapura - Markus Vim, salah satu bekas karyawan Freeport yang tergabung dalam
               kolisi mogok kerja (moker) PT Freeport Indonesia dari sekitar 8.300 karyawan
               Freeport yang mogok hingga berbuntut pada Pemutusan Hubungan Kerja/PHK
               sepihak pada 2017 menyebutkan manajemen Freeport terancam dipidana "Sampai
               hari ini telah dilakukan pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Tenaga
               Kerja (Bawesnaker) Provinsi Papua," kata Markus di Jayapura, Kamis.

               Dia menjelaskan proses pemeriksaan itu telah selesai dan nota pemeriksaan itu
               sudah keluar. Kini, pihaknya sementara menunggu surat penetapan dari Dinas
               Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Papua "Surat penetapan itu akan dikeluarkan oleh
               Kepala Disnaker Provinsi Papua, ketika surat penetapan itu dikeluarkan akan keluar
               nota dinas yang akan dikirim ke manajemen PT Freeport Indonesia," katanya.

               Surat akan dikirim dua kali ke manajemen PT Freeport ketika dua kali dalam selang
               waktu dua sampai tiga minggu tidak dijawab, maka akan keluar nota dinas kedua.

               "Ketika nota dinas kedua keluar lalu tidak dijawab lagi maka akan digiring ke
               pidana," katanya.

               Sekitar 8.300 karyawan PT Freeport Indonesia dan pekerja dari berbagai
               perusahaan subkontraktor menuntut pemerintah mengambil tindakan tegas terkait
               permasalahan mereka dengan manajemen perusahaan hingga berbuntut pada
               Pemutusan Hubungan Kerja/PHK sepihak pada 2017.

               Sebelumnya, Kepala Balai Pengawas Ketenagakerjaan pada Disnaker Papua
               Melkianus Bosawer mengatakan Disnaker Papua telah mengirim pegawai pengawas
               ketenagakerjaan untuk melakukan investigasi dan pemeriksaan terkait kisruh antara
               karyawan yang melakukan mogok kerja dengan manajemen PT Freeport yang
               berlangsung sejak Mei 2017.

               Pekerja sudah melakukan kajian terkait masalah ketenagakerjaan yang terjadi di
               lingkungan PT Freeport dengan mengacu kepada UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang
               Ketenagakerjaan, UU Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan
               Hubungan Industrial dan peraturan mengenai sistem pengawasan ketenagakerjaan.

               "Hasilnya menyatakan bahwa mogok yang dilakukan oleh karyawan PT Freeport dan
               berbagai perusahaan subkontraktornya pada Mei 2017 adalah sah," kata Bosawer



                                                       Page 58 of 169.
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64