Page 98 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 Mei 2019
P. 98
Prima Mulia juga mengalami hal yang sama. Bedanya, kata Ari, Prima tidak
mendapat kekerasan fisik dari polisi. Menurut Ari, berdasarkan cerita Prima, ia
mengaku disekap oleh tiga orang polisi dan diancam foto-fotonya akan dihapus.
Seorang polisi juga sempat mengancam: "Mau diabisin?".
"Rombongan pertama pendemo di jalan bagus, tapi tiba-tiba rusuh. Massa kocar-
kacir. Polisi tangkepin demonstran sambil dihajar. Saya sama Reza bisa masuk untuk
ambil gambar kekerasan oleh polisi," kata Ari menirukan cerita Prima.
Menurut Ari, selain Prima dan Reza, wartawan lain juga ikut dicegat dan tidak
diperbolehkan masuk ke area kerusuhan. Saat itu, polisi sedang "menghajar" para
pendemo sambil menembakkan senjata ke udara berkali-kali.
Ari menirukan cerita Prima "saat ngambil gambar itulah, saya ditangkap tiga orang
polisi preman sambil mengancam dan minta gambar dihapus. Dari situ saya lihat
Rezza mengalami kekerasan fisik dan didorong sampai jatuh. Semua file foto
dihapus." AJI Kecam Tindakan Kekerasan Pada Jurnalis AJI Bandung pun mengecam
tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepada dua jurnalis foto, Reza dan
Prima, pada aksi May Day 2019.
"Tugas jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, seharusnya
aparat menghormati itu. Apalagi ketika jurnalis sudah menunjukkan identitasnya,"
kata Ketua AJI Bandung, Ari Syahril saat dikonfirmasi reporter Tirto , Rabu
(1/5/2019).
Ari menjelaskan, dalam Pasal 18 Undang-Undang (UU) Pers disebutkan, bahwa
seorang wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik dilarang dihambat
atau dihalangi oleh pihak manapun.
Sehingga, kata Ari, berdasarkan pasal 18 UU Pers itu, ia mengatakan tindakan
aparat tersebut mendapat ancaman pidana paling lama dua tahun dan denda Rp500
juta.
"Ancaman pidananya paling lama dua tahun," kata Ari menegaskan.
Kapolresta akan Proses Kekerasan Polisi ke Jurnalis Saat May Day Organisasi yang
tergabung dalam Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) juga menyecam tindakan polisi
itu. KKJ menilai anggota Polrestabes Bandung secara jelas melakukan tindak pidana
penganiayaan terhadap kedua jurnalis, yaitu Prima dan Reza.
Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) merupakan inisiatif kolaborasi sembilan lembaga
pers dan lembaga masyarakat sipil untuk perlindungan jurnalis serta mengawal isu-
isu kemerdekaan pers.
Sembilan lembaga itu antara lain: AJI, LBH Pers, Safenet, Ikatan Jurnalis Televisi
Indonesia (IJTI), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asosiasi
Media Siber Indonesia (AMSI), Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI),
Page 97 of 169.

