Page 34 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 04 JULI 2019
P. 34

Dinna mengatakan hal ini untuk mengsinkronkan kebijakan dari berbagai unsur.
               Komposisi ini, kata dia akan ada lima kementerian. Jadi kalau diperhatikan
               komposisi yang dipilih harus ada komponen pemerintah.

               "Kami mengikuti undang-undang, ada lima kementerian yang akan mengirimkan
               calonnya. Kalau tidak beres dengan DJSM, keluarnya pasti ramai. Unsur pemerintah
               harus sudah lengkap, juga harus ada tokoh dan ahli. Nanti kita ajukan 12 kepada
               presiden, kemudian presiden memilih 6," jelasnya.

               Dinna juga menjelaskan, ketika berbicara DJSN, ada tiga pekerjaan rumah anggota
               DJSN yang baru. "Program ini baru terlaksana tahun 2014, tugas DJSM ini sekarang
               sudah untuk menegosiasikan fungsinya. Tugas anggota selanjutnya sudah harus
               mencari tahu solusi yang bisa diterima oleh berbagai macam pihak. Baik dari fungsi
               layanannya maupun fungsi keberlangsungannya," katanya.

               Jadi tugas DJSM berikutnya, lanjut Dinna harus lebih banyak mencari tahu solusi
               yang bisa diterima oleh berbagai macam pihak baik dari fungsi layanannya maupun
               fungsi keberlangsungannya. "Kalau dilihat tensi sekarang, antara layanannya ingin
               dipertahankan agar lebih bagus. Namun ada yang ingin dihentikan karena kalau
               diteruskan akan bangkrut. Bahwa ini bukan either or, jika satu dilakukan maka yang
               lain terjadi. Disinilah keahlian anggota DJSM diperlukan."

               Dinna menekankan, DJSM bukan hanya perlu orang yang tahu masalahnya karena
               masalah saat ini sudah terdata dengan baik. "Anggota DJSM lama telah mendata
               dan mengidentifikasi data masalah dengan baik. Dan terungkap juga cukup banyak
               masalahnya. Pertanyaannya, siapa perlu melakukan apa? urutannya harus seperti
               apa? mana dulu yang perlu diubah? Dan hal ini harus dinegosiasikan."

               "Makanya dari awal sudah saya sampaikan, ini seperti life a kill karena di dalam
               DJSM orang-orang yang kebijakannya langsung akan butuh berubah ada disitu.
               Demikian juga masyarakat yang kepentingannya disitu baik pekerja dan pengusaha
               ada di DJSM. Demikian juga unsur masyarakat pembiayaan lain non pemilik upah,"
               tambah Dinna.

               PR konkrit yang harus dilaksanakan oleh anggota DJSM yang baru, tambah Dinna
               harus mengetahui kepentingan baik dilihat dari BPJS ketenagakerjaan maupun
               kesehatan."Iurannya cuma satu kalau di kesehatan ada unsur PBI yakni iuran dari
               pemerintah tapi secara umum komponennya ada upah dan non penerima upah. Nah
               ini masing-masing punya kepentingannya, kalau kita bicara PR konkritnya pertama
               layanannya. Karena layanan itu bukan semata-mata iurannya ditambah maka
               layanannya akan bertambah bagus. Biaya ditambah kalau tidak ada monitoring yang
               tepat tidak ada pihak kontrol yang baik juga layanannya belum tentu terjamin
               dengan baik," tutupnya.









                                                       Page 33 of 130.
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39