Page 49 - E-MODUL Hamida Syukran Hayati
P. 49
sebesar 5,2% dibandingkan dengan tahun 1990 (namun yang perlu diperhatikan
adalah jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah emisi pada tahun 2010 tanpa
protokol, target ini berarti pengurangan sebesar 29%). Tujuannya adalah untuk
mengurangi rata-rata emisi dari enam gas rumah kaca : karbon dioksida, metan,
nitrous oxide, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC yang dihitung sebagai rata-rata
selama masa lima tahun antara 2008 – 2012. Targer nasional berkisar dari
pengurangan 8% untuk Uni Eropa, 7% untuk AS, 6% untuk Jepang, 0% untuk
Rusia, dan penambahan yang diizinkan sebesar 8% untuk Australia dan 10% untuk
Islandia.”
3. Asia Pacific Partnership on Clean Development and Climate (APPCDC)
Asia Pacific Partnership on Clean Development and Climate (APPCDC)
merupakan kerjasama internasional yang bersifat sukarela antara Australia, Kanada,
India, Jepang, Republik Rakyat Cina, Korea Selatan yang mengumumkan
pembentukannya pada tanggal 28 Juli 2005, Menteri Luar Negeri, Lingkungan dan
Energi dari negara-negara peserta sepakat untuk bekerja sama dalam
pengembangan dan transfer teknologi yang memungkinkan pengurangan emisi gas
rumah kaca yang bersesuaian dengan UNFCC dan perangkat internasional lainnya
seperti Protokol Kyoto.
4. Protokol Montreal
Protokol Montreal adalah sebuah traktat internasional yang dirancang untuk
melindungi lapisan ozon, dengan meniadakan produksi sejumlah zat yang diyakini
bertanggung jawab atas berkurangnya lapisan ozon. Traktat ini berlaku sejak 1
Januari 1989. Traktat ini difokuskan pada beberapa kelompok senyawa
hidrokarbon, halogen, yang diyakini memainkan peran penting dalam penipisan
lapisan ozon. Semua zat tersebut memiliki klorin atau bromin.
38 | E-Modul Pemanasan Global