Page 64 - Microsoft Word - BAHAN AJAR GABUNGAN OK 31 DES
P. 64
Bahan Ajar IPA Terpadu Terintegrasi PjBL dan Etnosains
Gelombang Bunyi dan Gelombang Cahaya
Gambar 21. Pembentukan Bayangan Jika Benda di Ruang II
Pada gambar terlihat bahwa bagian atas bayangan adalah perpotongan antara dua
sinar pantul, sehingga bayangan adalah nyata. Pada gambar juga terlihat bayangan
terbalik dan juga memiliki ukuran lebih besar dari benda asli. Maka, dapat disimpulkan
bahwa sifat banyangan benda di ruang II cermin cekung dengan F < s < R adalah nyata,
terbalik, dan diperbesar. Benda terletak di titik fokus (s = F) Jika benda tertelat pada
titik fokus cermin cekung, maka pembentukan bayangannya adalah sebagai berikut:
Gambar 22. Pembentukan Bayangan Jika Benda di Titik Fokus
Pada gambar tidak terlihat letak bayanga benda. Namun, sebenarnya benda
terletak di perpotongan perpotongan dua sinar pantul yang tak terhingga. Sehingga,
benda yang terletak di titik fokus cermin cekung memiliki sifat bayangan yang maya,
tegak, diperbesar, dan berada pada jarak (s’) yang tidak terhingga. Benda terletak di
titik kelengkungan (s = R) Jika benda terletak tepat di pusat atau titik kelengkungan (R)
cermin cekung, maka bayangan yang akan terbentuk adalah sebagai berikut:
Gambar 23. Pembentukan Bayangan Jika Benda di titik R
Pada gambar terlihat bahwa bayangan terbentuk dari perpotongan sinar pantul.
Terlihat juga benda dan bayangan memiliki ukuran yang sama. Bedanya, bayangan
terletak terbalik dari posisi benda aslinya. Sehingga, dapat disimpulkan sifat bayangan
benda yang terletak di titik kelengkungan adalah nyata, terbalik, dan sama besar. Benda
terletak di ruang III (s > R) Sifat bayangan terakhir adalah jika benda terletak di ruang
53