Page 2 - Pertemuan 4
P. 2

1.  Pendalaman cerita
                          Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini sesuai cerita:
                          a.  Apa pesan dari cerita kekerasan melawan kelembutan?
                          b.  Tulislah contoh melawan kekerasan dengan kelembutan?
                          c.  Bagaimana peran gereja terhadap kekerasan yang terjadi di Timor Leste?

                       2.  Mendalami ajaran kitab suci tentang orang Samaria yang murah hati (Lukas
                          10:25-37). Bacalah teks kitab suci ini.
                          Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sesuai dengan teks kitab suci.
                          a.  Apa yang dimaksud dengan manusia diciptakan sebagai gambar Allah atau
                              citra Allah.
                          b.  Apa keunggulan manusia dibandingkan citra Allah uang lain.
                          c.  Berdasarkan teks di atas siapa yang dimaksud dengan saudara?
                          d.  Bagaimana pandanganmu dengan pernyataan bahwa semua manusia satu
                              saudara.
                          e.  Mengapa manusia disebut martabat luhur, dimana letak keluhuran
                              martabatnya.
                          f.  Apa konsekuensi kedudukan manusia yang bermartabat luhur dalam relasinya
                              dengan sang pencipta dan dalam hubungannya dengan sesama.
                          g.  Sikap dan tindakan apa saja yang perlu dikembangkan dalam rangka
                              menjunjung tinggi keluhuran martabat manusia.

                              RANGKUMAN ATAU PENJELASAN
                                     Kata  citra  mungkin  lebih  tepat  kita  artikan  sebagai  gambaran.  Yang
                            menggambarkan. Kalau kita mirip dengan  ibu kita, itu tidak berarti kita sama
                            dengan ibu kita. Tetapi dengan mirip ini mau menggambarkan sesuatu, bahwa
                            pada  diri  kita  entah  itu  fisiknya,  karakternya,  sifat-sifatnya  ada  kesamaan
                            dengan  ibu  dan  kesamaan  ini  bukan  dalam  arti  yang  sebenarnya,  tetapi
                            merupakan  gambaran  dari  ibu.  Hasil  karya,  entah  itu  seni  atau  yang  lainnya
                            dapat  menggambarkan  si  penciptanya.  Demikian  pula  makluk  yang  disebut
                            manusia itu, dapat dikatakan sebagai gambaran atau citra si penciptanya, yaitu
                            Allah sendiri.
                                     Manusia diberi kuasa untuk menguasai alam ciptaan lain. Menguasai
                            alam  berarti  menata,  melestarikan,  mengembangkan,  dan  menggunakannya
                            secara bertanggung jawab.
                                     Karena  manusia  diciptakan  sebagai  citra  Allah,  manusia  memiliki
                            martabat  sebagai  pribadi:  Iabukan  hanya  sesuatu,  melainkan  seseorang.  Ia
                            mengenal diri  sendiri,  menjadi tuan atas diri  sendiri,  mengabdikan diri dalam
                            kebebasan,  dan  hidup  dalam  kebersamaan  dengan  orang  lain,  dandipanggil
                            membangun relasi dengan Allah, penciptaNya.
                                     Persaudaraan  sejati  adalah  persaudaraan  yang  dihayati  atas  dasar
                            persamaan kodrat sebagai sesama ciptaan Tuhan dan persamaan kodrat sebagai
                            citra Allah.
                                     Persaudaraan  sejati  tidak  membedakan  orang  berdasarkan  agama,
                            suku,  ras,  ataupun  golongan,  karena  semuamanusia  adalah  sama-sama  umat
                            Tuhan  dan  sama-sama  dikasihi  Tuhan.  Maka  setiap  orang  yang  membenci
                            sesamanya ia membenci Tuhan.
                               PENUTUP
                               Doa penutup oleh siswa.
   1   2