Page 14 - Group E, Frendt (22291023), Dhia fakhirah Khairunnisa (22291019), Dewi Wulandari (22291011), Renita Zahari (22291014), Ita Purnamasari (22291032). Lima orang sahabat yang memiliki sifat yang sangat berbeda memutuskan untuk melakukan petualangan ke sebuah hutan yang terkenal dengan cerita mistis dan keindahan alamnya. Fani yang egois ikut terlibat karena tidak ingin melewatkan pengalaman yang mewah meski ia benci tempat yang kotor. Rani yang pemberani ingin sekali mencari tantangan baru. Bunga dengan pengetahuannya tentang alam siap mengamati setiap tanaman unik di sana. Shenina dengan keceriaannya turut serta menciptakan suasana yang menyenangkan meski ia takut gelap, dan Dika, pemimpin yang bijaksana, bertanggung jawab menjaga kekompakan di antara mereka. Saat memasuki hutan, mereka dihadapkan pada berbagai rintangan dan konflik internal, terutama antara Fani dan Rani. Dengan bantuan pengetahuan yang menarik tentang alam, keceriaan Shenina, dan kepemimpinan Dika, mereka harus belajar bekerja sama untuk melewati misteri dan teka-teki hutan. Perjalanan ini mengajarkan mereka bahwa perbedaan bisa menjadi kekuatan jika mereka bersatu.
P. 14
"Tenang aja, aku tahu bedanya antara jamur yang aman sama yang ajaib!
Tapi kalo ada hantu beneran, kamu duluan yang aku panggil buat lawan,
Rani!"
(Laughs out loud)
"Calm down, I know the difference between a safe mushroom and a
magical one! But if there is a real ghost, you are the one I summoned for
the opponent, Rani!"
Setelah sarapan, mereka melanjutkan perjalanan yang semakin sulit, penuh
dengan semak-semak dan batu-batu besar yang membuat fani mengeluh lagi yang
membuat Rani marah lain hal dengan Bunga yang sangat semangat karena ingin
mengamati tanaman menarik yang belum di temui.
After breakfast, they continued their increasingly difficult journey, full of bushes
and boulders that made Fani complain again which made Rani angry about other
things with Bunga who was very excited because she wanted to observe
interesting plants that had not been encountered.
Fani:(Mengeluh lagi sambil berjalan)
"Serius, kita harus terus jalan di tempat yang begini? Ini lebih buruk dari
kemarin. Aku hampir nggak bisa jalan dengan sepatu ini."
(Complaining again while walking)
"Seriously, we have to continue walking in a place like this? It's worse
than yesterday. I can barely walk in these shoes."
Rani: (Dengan nada menantang)
"Fani, kalau kamu terus-menerus ngeluh, kapan kita nyampe tujuan? Hari
ini baru mulai, lho. Kita harus kuat!"
(In a challenging tone)
14