Page 38 - E-MODUL PRAKTIKUM TERMOKIMIA_Neat
P. 38
ditentukan dengan menjumlahkan perubahan entalpi tiap tahap reaksi
tersebut.
Prinsip Hukum Hess ini dapat digunakan
ΔH untuk menghitung perubahan entalpi
1
A C suatu reaksi berdasarkan informasi
perubahan entalpi reaksi lain yang
ΔH B ΔH bersangkutan. Maka, ΔH menurut prinsip
2
3
Hukum Hess sebagai berikut.
ΔH = ΔH1 + ΔH2 + ΔH3 + ... + ΔHn
Gambar 10. Diagram Hess
Contoh Reaksi antara gas nitrogen dan gas oksigen.
(g)
satu tahap 1/2 N + O → NO (g) ΔHf° = +33,85 kJ/mol
(g)
2
2
2
dua tahap 1/2 N + 1/2 O → NO (g) ΔHf° = +90,37 kJ/mol
2(g)
2(g)
NO + 1/2 O → NO ΔHf° = -56,52 kJ/mol +
(g)
2(g)
(g)
2
2(g)
1/2 N + O → NO 2(g) ΔHf° = +33,85 kJ/mol
2(g)
Dari Hukum Hess, kita akan mengetahui bahwa bagaimanapun cara
membentuk suatu produk, perubahan entalpi yang dihasilkan selalu
sama.
Berdasarkan Entalpi Pembentukan (ΔHf°)
Jika kita mengetahui data entalpi pembentukan seuatu senyawa maka
kita dapat menghitung perubahan entalpi lainnya berdasarkan data
entalpi pembentukan tersebut.
ΔHreaksi = ΣΔHf°produk - ΣΔHf°reaktan
Pada persamaan reaksi yang sudah setara : aA + bB → cC + dD, dimana
A, B, C, dan D adalah zat-zat dalam persamaan reaksi tersebut dengan
a, b, c, dan d sebagai koefisien-koefisien reaksi, jika diketahui juga
..........
26