Page 25 - Buku Kompilasi Undang-Undang ITE
P. 25

Pasal 40A*

               (1)  Pemerintah bertanggung jawab dalam mendorong terciptanya ekosistem digital yang
                     adil, akuntabel, aman, dan inovatif.
               (2)  Dalam rangka melaksanakan tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
                     Pemerintah berwenang memerintahkan Penyelenggara Sistem Elektronik untuk
                     melakukan penyesuaian pada Sistem Elektronik dan/atau melakukan tindakan
                     tertentu.
               (3)  Penyelenggara Sistem Elektronik wajib melaksanakan perintah sebagaimana dimaksud
                     pada ayat (2).
               (4)  Dalam hal Penyelenggara Sistem Elektronik melanggar kewajiban sebagaimana
                     dimaksud pada ayat (3), Penyelenggara Sistem Elektronik dikenai sanksi administratif.
               (5)  Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat berupa:
                     a.    teguran tertulis;
                     b.    denda administratif;
                     c.    penghentian sementara; dan/atau
                     d.    pemutusan Akses.
               (6)  Ketentuan lebih lanjut mengenai tanggung jawab Pemerintah sebagaimana dimaksud
                     pada ayat (1), wewenang Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (2), kewajiban
                     Penyelenggara Sistem Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dan pengenaan
                     sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) diatur dalam
                     Peraturan Pemerintah.

                                                        Pasal 41

               (1)  Masyarakat  dapat  berperan  meningkatkan  pemanfaatan  Teknologi  Informasi  melalui
                     penggunaan  dan  Penyelenggaraan  Sistem  Elektronik  dan  Transaksi  Elektronik  sesuai
                     dengan ketentuan Undang-Undang ini.
               (2)  Peran masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diselenggarakan melalui
                     lembaga yang dibentuk oleh masyarakat. (3) Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat
                     (2) dapat memiliki fungsi konsultasi dan mediasi.


                                                          BAB X
                                                      PENYIDIKAN

                                                        Pasal 42

               Penyidikan  terhadap  tindak  pidana  sebagaimana  dimaksud  dalam  Undang-Undang  ini,
               dilakukan berdasarkan ketentuan dalam Hukum Acara Pidana dan ketentuan dalam Undang-
               Undang ini.









               PUSAT PEMANTAUAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG                                             |25
               BADAN KEAHLIAN, SEKRETARIAT JENDERAL DPR RI
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30