Page 51 - BUKU AJAR
P. 51

menukar manfaatnya dengan cara-cara dan aturan-aturan yang telah
 ditentukan Allah dan manusia wajib mentaatinya.

          Pendapat al-Fikri yang dikutip oleh Hendi Suhendi menyatakan bahwa
 muamalah dibagi dua bagian sebagai berikut :
 1. Al-muamalah al-madiyah, yaitu muamalah yang mengkaji onjeknya, sehingga

      sebagian ulam berpendapat bahwa muamalah al-madiyah ialah muamalah
      bersifat kebendaan karena objek fiqh muamalah adalah benda yang halal-
      haram, syubhat untuk doperjualbelikan, benda-benda yang memudharatkan,
      dan mendatangkan kemaslahatan bagi manusia, serta segi-segi yang lainnya.
 2. Al-muamalah al-adabiyah, yaitu muamalah yang ditinjau dari segi cara tukar
      menukar benda yang bersumber dari pancaindra manusia, yang unsur
      penegaknya adalah hak-hak dan kewajiban-kewajiban, misalnya jujur, hasud,
      dengki dan dendam.

َْ ٍََّٛ‫َس ٌَََىَُ ََإََٔىَٕتََُ َتََع‬١َ‫ا َ َخ‬َٛ‫أَ َْ َتَ َصَدل‬ََٚ ‫ َعَسَح‬١َََِ ٌََٝ‫ َ َع َعَسَح َفََٕ َظَسحَ َإ‬َٚ‫َإ َْ ََوب َْ َذ‬َٚ

 Artinya : “Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah
 tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua
 utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui” (Al-Baqaroh : 280)

ٍَََُ‫ َظ‬َََٚٗ١ٍََ‫َاللهََ َع‬ٍَٝ‫ َيَاللهَ َص‬ٛ‫َلَب َيََز َظ‬:‫َلَب َي‬،ََٕٗ‫َاللهََ َع‬َٟ ‫ََُث َََٓحَصاََََز َض‬١‫َ َخبٌََدَ َحَى‬ٟ‫َع ََٓأََث‬
َ‫َورَثَب‬ََٚ‫إ َََْوتََّب‬ََٚ ،‫َّب‬َٙ ‫َع‬١ََ‫ َث‬َٟ‫َّبَف‬َٙ ٌََ‫َز َن‬َٛ‫ََٕبَث‬١‫ث‬ََٚ ‫ َفَئ َْ َ َصَدلب‬،‫َتَفََسلَب‬٠ٌََََُ‫َبز ََِب‬١‫َعَب ََْثَبٌ َل‬١َ‫اٌج‬:
ََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََٗ ١ٍََ‫َِتَفَ َكَ َع‬.َ‫َّب‬َٙ ‫َع‬١ََ‫ََِ مَ َتَثََسَوخََث‬

Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti kelas XI  46
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56